PERINGATI HARDIKNAS DI LOKASI PENGUNGSIAN

PERINGATI HARDIKNAS DI LOKASI PENGUNGSIAN
Kedekatan personil TRC BPBD Kab. Enrekang dengan anak anak korban bencana tanah longsor Parombean Kec. Curio Kab. Enrekang Sulsel dilokasi pengungsian.

Enrekang -- Meski berada di lokasi pengungsian di bawah kaki gunung lempo, murid-murid sekolah dasar korban bencana tanah longsor yang terjadi beberapa waktu lalu di desa Parombean, Kecamatan Curio Kabupaten Enrekang Sulawesi Selatan tidak menyurutkan semangat mereka untuk mengikuti memperingati Hari Pendidikan Nasional Tahun 2016. Bertempat di halaman SD 194 Buntu Limbong, lokasi Posko I, puluhan anak-anak sekolah mengikuti upacara bendera mmperingati Hari Pendidikan Nasional Senin (2/5).

Bertindak selaku inspektur upacara, Abd. Azis, SH, relawan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Enrekang. Relawan BPBD Enrekang, Rizal, mengatakan “upacara bndera untuk mmperingati Hari Pendidikan Nasional tersebut diprakarsai relawan BPBD enrekang yang dikemas dikemas secara sederhana. "Meski sangat sederhana tapi murid-murid disini sangat bersemangat.
PERINGATI HARDIKNAS ENREKANG
Dikemas dalam bentuk sederhana Pelaksanaan Upacara Hari Pendidikan Nasional terasa haru dilokasi Pengungsian Posko I, Desa Parombean Kecamatan Curio Kabupaten Enrekang. 

Suasana haru dikarenakan pelaksanaannya berada dilokasi pengungsian menambah hikmat upacara," kata Rizal. Untuk mmbantu pelaksanaan upacara, relawan BPBD enrekang ikut ambil bagian.

Bertemakan 'Nyalakan Pelita Terangkan Pendidikan', relawan BPBD enrekang mnyiapkan seluruh persiapan upacara. "Kami dari relawan BPBD yg mnjd personil upacara, seperti mnjd inspektur, pemimpin dan pembaca doa," lanjut Rizal. Salah seorang murid SD 30 Parombean, Iin Santika, usai upacara mengaku sangat senang. "Mudah2an momentum Hardiknas ini mnambah semangat kami.

Yang kami inginkan skarang adalah, kami ingin belajar normal seperti dulu lagi, tanpa harus ada perasaan takut," harap murid kelas IV ini. Berbagai kegiatan positif yang dilakukan relawan BPBD Enrekang selama dilokasi pengungsian. Seperti mngajar murid-murid kelas satu dan dua membaca, menulis dan menggambar. Dan pada sore hari, relawan BPBD enrekang mengajar murid-murid SD Parombean latihan baris berbaris. (Herul Iman)

BAGIKAN:

jasa pembuatan website makassar