SulSel Butuh Grand Design Pendidikan yang jelas

SulSel Butuh Grand Design Pendidikan yang jelas

MAKASSAR -Komite Pemantau Kebijakan Legislatif (Kopel) menyelenggarakan dialog bertema “Mewujudkan Pendidikan Gratis Berkualitas Di Indonesia,” di Hotel Clarion Makassar, Jum’at (17/6). Kegiatan ini dihadiri oleh praktisi pendidikan, akademisi, dan politisi.

Dalam kesempatan itu, Legislator DPRD Provinsi, Sri Rahmi, menilai kebijakan pendidikan di Sulsel masih bersifat tambal sulam. Pemerintah belum memiliki rancangan stategis jangka pendek maupun jangka menengah, terkait arah kebijakan pendidikan di Sulsel. “Ketika berbicara tentang pendidikan, agendanya selalu tiba-tiba, ngikuti trend isu pusat atau karena temuan kasus.

Kita belum berbicara tentang target-target pendidikan, karena memang kita tidak punya designnya,” ujarnya. Menurut politisi PKS ini, untuk menyelesaikan berbagai problem pendidikan di Sulsel, sudah seharusnya pemerintah provinsi merumuskan produk desain pendidikan yang ideal agar target capaian jelas dan teruukur tiap tahun.

Ia mengambil contoh model desain pendidikan di Kalimantan Utara. Meskipun tergolong Provinsi termuda di Indonesia, tetapi selangkah lebih maju dalam merumuskan produk desain pendidikan. “Di Kaltara sudah dirumuskan, 5 sampai 20 tahun ke depan wujud pendidikannya seperti apa,” tuturnya. Bahkan tenaga pengajar sampai bangunan fisik sekolah sudah ditarget capaian-capaiannya. “Setiap kecamatan sudah harus punya SMA/SMK ditahun berapa, bahkan urusan standar Guru pengajar sudah jelas,” pungkasnya.(WP)

BAGIKAN:

jasa pembuatan website makassar