Bantaeng Genjot Pertumbuhan Ekonomi Lewat Sektor Pertanian



MAKASSAR-Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan (Sulsel) sebelum 2008, masuk dalam 199 daerah tertinggal di Indonesia. Saat ini telah banyak berubah. Sejak 2008 pembangunan pertanian digenjot sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi Bentaeng dari 4,7 persen menjadi 9,2 persen.

Ini menjadikan Bantaeng sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di Sulsel. Apa yang telah diraih Bantaeng sebenarnya tidak terlepas dari peran bupatinya. Kepala daerah Bantaeng yang merupakan pakar pertanian tamatan Jepang itu telah banyak mengubah Bantaeng hingga seperti saat ini.Saat redaksi kabarmaspul mewawancarai Bantaeng, Nurdin Abdullahi. Berikut petikan selengkapnya.
Seperti apa pencapaian pembangunan di Bantaeng saat ini? Pertumbuhan ekonomi sudah sangat membaik. Kami memacu pertumbuhan ekonomi Banteng selama tujuh tahun hingga tercapai angka 9,2 persen. Jika tidak banyak yang kami lakukan, Bantaeng tetaplah salah satu dari 199 daerah tertinggal. Angka itu sudah menjelaskan pencapaian Bantaeng. Kami bisa surplus 21 persen di bidang pertanian. Saat ini Bantaeng menjadi salah satu daerah pusat pertumbuhan ekonomi baru di Sulsel.
Apa yang Bapak lakukan hingga bisa mencapai ini semua? Kami sadari, pemberdayaan terhadap petani masih kurang, karenanya kami lakukan pemberdayaan. Setelah itu kami menantangnya untuk melakukan inovasi. Itu ruang bagi mereka untuk berkreasi. Kami tegaskan ke mereka agar jangan hanya menunggu anggaran dari pusat, petani harus lebih aktif karena itu semua untuk kehidupan mereka.
Setelah itu, kami menunggu apa permintaan pertani, lalu kami bantu. Kami bantu benih untuk produksi dan gudang untuk penampungan hasilnya. Intinya di balik memberikan tantangan ke mereka, Pemda harus siap mendengarkan permintaan agar mereka bergairah.
Apakah anggaran dari pusat tidak banyak sehingga Bapak tidak terlalu mengandalkan untuk pembangunan di daerah?Bukannya tidak mengandalkan, APBD kami hanya 821 miliar rupiah, karenanya kami harus pandai mensiasatinya agar dana ini benar-benar dimanfaatkan dengan efisien. Caranya, dengan mendorong petani untuk lebih aktif, tidak bergantung pada anggaran daerah.
Mendorong petani melakukan inovasi adalah cara kami mensiasatinya, selain dengan mencari sumber-sumber lain. Kami tidak bisa banyak berharap dari anggaran. Cara itulah yang membawa efek ganda pada perekonomian, selain menghemat anggaran juga membuat perekonomian petani menjadi lebih baik.(Wawan)

BAGIKAN:

jasa pembuatan website makassar