Andi Mustaman:Butuh Konsistensi Pemerintah Selesaikan Proyek Kereta Api

Kabarmaspul-Mimpi masyarakat Sulawesi Selatan untuk menikmati transportasi Kereta Api tak lama lagi bakal terwujud. Sejak Agustus tahun 2014 lalu, proyek ini telah dimulai dengan peletakan batu pertama di Kabupaten Barru tepatnya di desa, Desa Siawung, Kecamatan Barru. Proyek Kereta Api dengan jalur yang akan menghubungkan Kota Makassar-Maros-Pangkep-Barru-Parepare ini direncanakan akan selesai tahun 2018 mendatang. Bahkan Presiden Joko Widodo telah meninjau langsung progres pembangunan rel di Desa Telumpanua, Kecamatan Tanete Riau, Kabupaten Barru, November 2015 lalu. Tak sampai disitu, Wakil Presiden Jusuf Kalla turut melakukan peninjauan tanggal 6 Juni 2016 lalu di lokasi pembangunan rel di Kabupaten Barru. Saat itu, JK optimis kereta api yang menjadi impian masyarakat Sulsel akan selesai tepat waktu. Sehingga dirinya akan berusaha sekuat tenaga untuk mencarikan anggaran. Namun, akhir-akhir ini proyek transportasi baru di Sulsel ini mengalami hambatan. Salah satunya adanya pemotongan anggaran dari APBN. Selain itu, pembebasan lahan juga menjadi kendala utama dimana masih banyaknya warga yang belum sesuai dengan harga pembelian. Pada momentum Hari Kereta Api yang diperingati setiap tanggal 28 September, Tokoh Pendidikan Makassar, Andi Mustaman berharap Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dapat bekerja keras serta melakukan upaya ke pemerintah pusat dan investor agar dapat secepatnya proyek tersebut dapat diselesaikan. “Pertama kami memberikan apresiasi kepada Pemprov Sulsel yang telah bekerja keras sehingga proyek kereta api telah dimulai tahun 2015 lalu. Namun, ini baru awal dalam mencapai mimpi tersebut. Perlu ada konsistensi dari pemerintah agar ini betul-betul dapat dirasakan oleh masyarakat,” ujar Andi Mustaman. Kata dia, kehadiran kereta api di Sulsel sudah sangat mendesak. Dimana dapat memberikan kontribusi besar dalam perkembangan ekonomi yang berkembang pesat. “Benar kat pak Gub, bahwa kereta ini telah ditunggu oleh masyarakat selama 60 tahun. Untuk itu kami berharap ini secepatnya diselesaikan,” imbuh Andi Mustaman.(Wan)

BAGIKAN:

jasa pembuatan website makassar