Andi Mustaman Harapkan Sekolah Aktifkan Perpustakaan




Kabarmaspul-Tak banyak yang tahu, kalau pada Sabtu, 18 Oktober 2016 ini, merupakan Hari Perpustakaan Sekolah Sedunia. Kekurangtahuan ini wajar, lantaran memang gaung perayaannya nyaris tidak kentara.
Namun, tidak untuk tokoh pendidikan Kota Makassar, Andi Mustaman. Ketua Yayasan Bhakti Bumi Persada yang membina Sewkolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Wira Bhakti Makassar ini turut menyampaikan kegelisahnnya terhadap keberadaan perpustakaan di sekolah-sekolah.
Andi Mustaman berharap perpustakaan sekolah baik dari tingkat sekolah dasar hingga menengah atas untuk diaktifkan kembali. Sebab, sesuai dengan fakta di lapangan tak sedikit perpustakaan hanya menjadi pelengkap sekolah tanpa dimaksimalkan untuk penambahan pengetahuan bagi siswa.


“Sesuai dengan beberapa hasil penelitian menujukkan hampir keseluruhan perpustakaan di sekolah tidak aktif. Terutama pespustakaan di sekolah dasar dan menengah pertama,” jelas Andi Mustaman kepada wartawan, Selasa (18/10/2016).Kata dia, harusnya siswa sekolah dasar harus dibiasakan membaca. Sebab, disinilah awal tumbuh kembang pengetahuan siswa. Sehingga sekolah jenjang berikutnya telah terbiasa membaca. “Yang harus menjadi catatan adalah jenis buku yang disiapkan harus sesuai dengan umur dan kemampuan siswa,” jelas Andi Mustaman.
Andi Mustaman menjelaskan, apa yang diajarkan pelajaran tidak cukup, sementara ilmu pengetahuan setiap hari terus berkembang. Sehingga membaca adalah salah satu alternatif untuk mendapatkan ilmu yang lebih.


“Membaca terbukti ampuh karena bisa mengasah kompetensi diri. Namun sayangnya minat baca di negeri kita ini masih sangat rendah. Salah satu faktornya karena perpustakaan yang kurang dimaksimalkan. Sebab, disinilah siswa bisa mendapatkan buku memadai,” jelasnya.
‘Buku adalah jendela dunia’. Kunci untuk membukanya adalah membaca. Ungkapan menurut mantan legislator DPRD Sulsel ini secara jelas menggambarkan manfaat membaca, yakni membuka, memperluas wawasan dan pengetahuan seseorang.


Berbagai penelitian membuktikan bahwa lingkungan, terutama keluarga, merupakan faktor penting dalam proses pembentukan kebiasaan membaca. Termasuk keberadaan perpustakaan di sekolah. “Untuk itu kami harap guru memberikan waktu tersendiri untuk berkunjung ke perpustakaan,” tutup Andi Mustaman.(Wan)

BAGIKAN:

jasa pembuatan website makassar