Bupati Takalar Ditetapkan Tersangka Penjualan Tanah Negara




Kabarmaspul- – Bupati Kabupaten Takalar, Burhanuddin Baharuddin resmi ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi penjualan tanah negara oleh Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan dan Barat (Sulselbar). Pasalnya, dua alat bukti itu yang dipegang penyidik sudah cukup meningkatkan status dari saksi menjadi tersangka.
Hal ini disampaikan Kepala Kejati Sulawesi Selatan dan Barat, Hidayatukkah, Selasa, (25/10/2016). Kata dia, Keterlibatan Burhanuddin sangat kuat dalam pembelian tanah seluas 150 hektare di Desa Laikang, Kecamatan Mangarabombang, Takalar tahun 2015 lalu dengan nilai jual Rp 15 miliar.


Menurutnya, selain Burhanuddin Baharuddin, pihaknya juga menetapkan Camat Mangarabombang, Muhammad Noer Utary; Kepala Desa Laikang, Sila Laidi; dan Sekretaris desa Andi Sose sebagai tersangka.“Dari penjualan lahan tersebut, Burhanuddin Baharuddin telah merugikan negara,” jelasnya.
Kata dia, sebelum melakukan penjualan, Badan Pertahanan Nasional telah memberi peringatan kepada Burhanuddin Baharuddin agar lahan tersebut tidak dijual.
Burhanuddin, menjelaskan, dalam kasus ini, PT Karya Insan Cirebon yang membeli halan negara tersebut untuk dijadikan kawasan industri.

“Proses penjualan ini bermula saat PT Karya mengajukan proposal ke Pemerintah Takalar. Burhanuddin sebagai bupati mengeluarkan izin prinsip pada 2015 dengan melibatkan camat dan kepala desa. Mereka merekayasa kepemilikan lahan,” ujarnya.(Dira=Wan)

BAGIKAN:

jasa pembuatan website makassar