Kapolda SulSel Rilis 50 Kg Emas Batangan Palsu Milik Dimas Kanjeng Di Rumah Korbannya Di Makassar




Kabarmaspul-kepala kepolisian daerah Sulawesi Selatan, Dr. Anton Charliyan, Mpkn, di dampingi Kapolrestabes Makassar dan kabid Humas Polda Sulsel, merilis beberapa barang bukti diduga uang palsu dan emas batangan palsu milik Dimas Kanjeng taat pribadi yang di berikan kepada almarhuma Najmiah semasa hidupnya.

Rilis tersebut di lakukan di kediaman almarhuma Najmiah di jalan Sunu, kota Makassar, Selasa (04-10-2016), sekitar pukul 15 : 00 wita, Sore.

Dalam rilis tersebut Kapolda Sulsel menyebutkan bahwa ada 9 Peti diduga uang Palsu dan emas batangan palsu yang di kirim dari Jawa Timur ke Makassar untuk di berikan kepada Almarhuma Najmiah semasa hidupnya, namun karena ada lima peti yang ditemukan oleh keluarga almarhuma merupakan kertas kosong yang di klaim oleh Dimas Kanjeng sebagai uang asli, di kembalikan ke Jawa Timur.

"Dari pengakuan keluarga Amarhuma Najmiah, sejak 2013 silam sebanyak Rp.202 Millyard uang tunai di berikan kepada Dimas Kanjeng Taat Pribadi, untuk dilipat gandakan menjadi trilliun rupiah, dari 202 Millyard itulah kemudian Dimas Kanjeng memberikan  sebanyak 9 peti yang berisi uang dari mata uang asing, dan emas batangan" kata Irjen Pol Anton Charliyan.

"Namun karena ada beberapa peti yang ditemukan berisi kertas kosong berukuran uang kertas, terpaksa dikembalikan ke Dimas Kanjeng, jadi hanya empat peti yang diterima almarhum Najmiah, dari empat peti itu, salah satu diantaranya adalah berisi emas batangan seberat 500 Kg,  dan emas batangan ini pun diduga kuat adalah palsu, begitu pun dengan tiga peti yang berisi uang pecahan mata uang asing, semuanya diduga keras adalah palsu" sambung Kapolda Sulsel.

Menurut Irjen Pol Anton Charliyan, keseluruhan barang bukti kecurangan Dimas Kanjeng Taat Pribadi yang ditemukan di rumah korbannya yakni Almarhuma Najmiah nantinya akan dikirim ke Polda Jawa Timur guna penyelidikan lebih lanjut.

"Jadi kita disini hanya memback Up saja, pemeriksaannya akan dilakukan di sana (Polda Jatim), ini semua pun (barang bukti) akan dikirim kesana untuk proses penyelidikan lebih lanjut" tutupnya.(Wan)

BAGIKAN:

jasa pembuatan website makassar