PSI Wadah Anak Muda Untuk Ikut Berpolitik




Kabarmaspul-Menteri Hukum dan HAM RI, Yasonna H Laoly telah mengukuhkan partai yang didominasi oleh anak muda sebagai partai resmi untuk mengikuti pesta demokrasi di negeri ini. Yasonna H Laoly juga membacakan keputusan hasil verifikasi terhadap pendaftaran partai baru yang diikuti oleh Partai Islam Damai dan Aman (Idaman), Partai Rakyat, Partai Rakyat Berdaulat, dan Partai Kerja Rakyat Indonesia serta Partai Solidaritas Indonesia. Jumat, (7/10/2016).
Dari kelima partai baru tersebut, yang dinyatakan lolos untuk menjadi partai berbadan hukum hanya satu partai, yaitu Partai Solidaritas Indonesia atau disebut PSI.
Keputusan ini tentu disambut suka cita oleh kami jajaran PSI di Sulawesi Selatan. Ini adalah babak baru politik anak muda di Indonesia. Sejak awal kami menyatakan diri sebagai partai anak muda dan pro perempuan.
Tak sampai hanya di situ saja, syarat untuk bergabung dengan partai baru ini tidak boleh berusia lebih dari 45 tahun dan tidak pernah menjadi pengurus harian partai politik apapun. Di kepengurusan parpol, terdapat minimal 30% perempuan bahkan di DPP 60% pengurusnya adalah perempuan.
Sekertaris PSI Provinsi Sulsel, Fadly Noor mengatakan, PSI memprioritaskan anak-anak muda yang bergabung dengan awal mulanya apatis terhadap partai politik. Sebab kata Fadly, mereka merasa berjarak dengan para elit politik dan menganggap diri hanya didekati saat kontestasi elektoral saja.
“Setelah mengenal platform perjuangan PSI yang memberi kesempatan seluas-luasnya kepada kaum muda untuk menjadi koki politik pada dapur kebijakan partai, akhirnya mereka menyadari bahwa PSI ini adalah partai anak muda untuk masa depan Indonesia lebih baik di mana pada tahun 2020 nanti adalah puncak bonus demografi Indonesia yang menempatkan kelompok usia produktif 18-45 tahun jauh lebih besar dari kelompok usia lainnya,” kata Fadly melalui press realesenya. Sabtu, (08/10/2016)
Selain itu, anak-anak muda di PSI tersebut merupakan pengambil kebijakan politik secara langsung, bukan dikanalisasi pada organ-organ pemuda sebagai sayap-sayap partai saja. Para kader PSI berkomunikasi melalui sosial media yang egaliter menembus sekat-sekat formalitas sehingga kader di tingkat kecamatan pun memiliki akses yang sama untuk berkomunikasi langsung dengan Ketua Umum maupun Sekjen yang nyaris sulit ditemukan di partai lain.
Kesetaraan di PSI juga ditunjukkan melalui sapaan resmi yang setara. Bukan dengan menyebut Ibu Ketum ataupun Pak Sekjen melainkan dengan sebutan sis Ketum ataupun bro Sekjen. Saat ini setelah bekerja keras menyalurkan energi muda untuk lolos verifikasi kemenkumham dengan hanya bermodal semangat, gotong royong dan kelancaran koordinasi melalui sosial media tantangan berikutnya yang dihadapi adalah meyakinkan publik bahwa PSI layak menjadi sandaran politik masyarakat. Hal itu harus dilakukan karena 2017 adalah masa verifikasi parpol oleh KPU di mana mensyaratkan adanya keanggotaan minimal 1.000 per kabupaten/kota. Tanpa kepercayaan publik tentu mustahil masyarakat bersedia menjadi anggota PSI.
“SI telah menyiapkan berbagai rencana aksi yang berbeda, baru dan tentu saja beraroma anak muda,” tutupnya(Dn/Wan?

BAGIKAN:

jasa pembuatan website makassar