Warga Tutup Jalan Tol,Minta Kementrian PU Ganti Rugi Rp 9 M




Kabarmaspul-Puluhan warga yang mengaku sebagai ahli waris pemilik lahan yang dijadikan area Jalan Tol Reformasi Kota Makassar menutup gerbang tol di Kelurahan Buloa, Senin (03/09/3016).
Aksi demonstrasi tersebut dilakukan, lantaran Kementerian Pekerjaan Umum belum membayar uang ganti rugi lahan selama 15 tahun kepada ahli waris Almarhum Intje Koemala Versi Chandra Tanuwijaya.
Pada tahun 2001 kementerian PU sudah membayar sepertiga lahan seluas 2,5 hektar sebesar Rp2,5 Milyar, namun hingga sekarang sisanya Rp9 Milyar belum kunjung dibayar oleh Kementerian PU.
Kuasa hukum ahli waris Andi Halim Tammatappi berharap kepada kementerian PU agar segera membayar sisa uang ganti rugi sebagaimana keputusan dari Mahkamah Agung Republik Indonesia nomor 17 PK/KDT/2009.

Mereka mengancam jika kementerian PU tidak membayar selama tenggat waktu yang telah di berikan, maka warga akan mengambil alih Tol Reformasi dengan menduduki secara permanen.
“Jika tidak ditanggapi selama 14 hari mulai dari sekarang, maka kami akan mengambil alih dengan menduduki dan mencor secara permanen,” ungkapnya pada awak media
Selain itu, ahli waris juga turut mengikuti aksi tutup jalan tol reformasi sebagai bentuk kekecewaan terhadap kementerian PU yang belum kunjung membayar ganti rugi. “Ahli warisnya ada di sini, awalnya 5 orang sekarang tinggal 3 orang yang masih hidup,” tambahnya.(RS/Wan)

BAGIKAN:

jasa pembuatan website makassar