AHOK: Massa Aksi Damai 411 dibayar 500 ribu

Aksi Super Damai III

KABARMASPUL.COM- Tudingan Gubernur nonaktif Basuki Tjahaka Purnama membuat berang Gerakan Nasional Pendukung Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI).

Mereka balik menantang Ahok untuk menunjuk langsung siapa saja pendemo yang ditudingnya dapat bayaran Rp 500 ribu pada Aksi 4 November lalu.

Wakil Ketua GNPF-MUI, Muhammad Zaitun Rasmin bahkan mempersilakan Ahok untuk memperkarakan hal itu jika memang berindikasi pidana.

"Logikanya, gampang sekali. Kalau memang pelanggaran pidana, kenapa tidak tunjuk, lalu laporkan (Polisi) saja. Kan pihak sana (Ahok) yang punya kekuasaan," ujar Zaitun saat diskusi polemik, di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (19/11).

Menurut Zaitun, pernyataan Ahok hanya sebatas ucapan, itu sama membuat kegaduhan baru.

Apalagi, ditambahkan unsur keterlibatan parpol tertentu atau pihak terkait yang menjadi penyumbang dana.

"Jadi, memang harus dilaporkan biar diproses. Kalau hanya 'digoreng' ada orang parpol, ini sama saja buat kegaduhan," ungkap Wasekjen MUI itu.

Seperti diketahui sebelumnya, pernyataan Ahok muncul di sebuah media online Australia ABC.net.au.

Calon petahana Gubernur DKI itu mengatakan terkait indikasi jutaan pendemo yang dibayar Rp 500 ribu per kepala.

Meski demikian, Ahok tidak menyebutkan siapa saja orang yang dimaksudnya telah menyiapkan dan menerima uang tersebut. (jp/kabarmaspul)

BAGIKAN:

jasa pembuatan website makassar