Andi Mustaman Ajak Lestarikan Keanekaragaman Hayati



Kabarmaspul-Setiap tanggal 5 November sejak 1993 diperingati sebagai Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional (HCPSN). Peringatan ini bertujuan untuk meningkatkan kepedulian, perlindungan, pelestarian puspa dan satwa nasional serta untuk menumbuhkan dan mengingatkan akan pentingnya puspa dan satwa dalam kehidupan kita.
Untuk itu, Ketua Yayasan Bhakti Bumi Persada yang membina Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Wira Bhakti Makassar, Andi Mustaman mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga dan melestarikan keanekaragaman hayati sebagai modal penting bagi pemenuhan kebutuhan dasar manusia serta penjaga keseimbangan ekosistem.

“Indonesia menjadi salah satu negara megabiodiversity di dunia. Untyuk itu ayo selamatkan puspa dan satwa sebagai penyangga kehidupan mulai dari lingkungan kita,” ujar Andi Mustaman di Makassar, Sabtu (5/11/2016).
Kata dia, rasa cinta terhadap puspa dan satwa sebaiknya ditumbuhkan pada anak-anak duduk di bangku sekolah.

“Meningkatkan rasa cinta terhadap puspa dan satwa memang harus dimulai sejak kecil. Kelestarian keanekaragaman hayati dengan berbagai jenis flora dan fauna merupakan tanggung jawab bersama, sebab keanekaragaman hayati merupakan bagian dari kehidupan,” jelas mantan legislator DPRD Sulsel ini.

Ia menuturkan, konservasi keanekaragaman hayati juga menentukan keberlanjutan pembangunan di berbagai sektor, seperti sekotr kehutanan, perikanan, kelautan, kesehatan, ilmu pengetahuan, industri dan kepariwisataan.


“Banyak bencana di Indonesia ini disebabkan oleh ketidakseimbangan lingkungan. Ya itu akibat ulah manusia juga. Antara manusia, hewan dan tumbuhan, adalah mata rantai yang saling membutuhkan. Sehingga sangat penting bagaimana melestarikan puspa dan satwa, khususnya satwa yang tergolong langka,” sambungnya.
Banyaknya perburuan liar terhadap flora dan fauna di Indonesia akhir-akhir ini sangat memprihatinkan. Hal ini karena kurangnya kesadaran masyarakat dalam menjaga dan melindungi puspa dan satwa ini. Tak heran jika saat ini jumlah puspa dan satwa menipis.

“Ayo selamatkan Puspa dan Satwa sebagai penyangga kehidupan, mulai dari lingkungan kita,” tutup Andi Mustaman.(Ardy/Wan)

BAGIKAN:

jasa pembuatan website makassar