Andi Mustaman Mengajak Jaga Toleransi


Kabarmaspul-Bhineka Tunggal Ika, ‘Berbeda-beda tetapi tetap satu’, inilah nilai penting dari ideologi bangsa Indonesia yakni Pancasila. Kebhinekaan dapat meningkatkan, memperkaya, serta menjadi perekat kesatuan bangsa.
Demikian disampaikan Ketua Yayasan Bakti Bumi Persada yang membina Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Wira Bhakti Makassar, Andi Mustaman dalam rangka memaknai perayaan hari toleransi se-dunia yang jatuh pada hari ini, Selasa (16/11/2016).
“Hari Toleransi Internasional ini penting bagi Indonesia. Karena masyarakat kita ini beragam, oleh karena itu penting menjaga keharmonisan dalam payung Pancasila,” kata Andi Mustaman.
Kata dia, toleransi adalah sikap aktif untuk mewujudkan kesetaraan dalam perbedaan. Toleransi bukan semata-mata membiarkan dan mengabaikan perbedaan begitu saja. Kesetaraan dalam perbedaan baik suku, agama, bahasa, maupun etnisitias itu hanya bisa terwujud jika hukum ditegakkan secara benar.
“Perjuangan mewujudkan toleransi tidak bisa dilepaskan dari perjuangan untuk menegakkan hukum yang menjamin semua orang setara tanpa diskriminasi. Itulah yang akan menopang kehidupan damai di antara berbagai kelompok sosial yang ada,” jelas mantan legislator DPRD Sulsel ini.
Menurutnya, warga dan kelompok harus mendapatkan perlakukan yang adil dan membangun hubungan sederajat dengan semua golongan. Kesetaraan ini hanya bisa dicapai dengan adanya perlakuan yang adil, hubungan yang sederajat, ketiadaan diskriminasi dan subordinasi, serta marginalisasi dalam masyarakat.
“Tidak boleh ada pihak mana pun yang bisa mengklaim sebagai pemilik kebenaran mutlak, sehingga yang berbeda pendapat atau pandangan dianggap sebagai musuh. Tidak boleh,” bebernya.
Idealnya kata Andi Mustaman, perbedaan menjadi potensi positif, bukan sebaliknya. Ibarat nikmatnya harmonisasi musik karena kombinasi perbedaan bunyi piano, gitar, drum, keyboard dan suara penyanyinya. “Ini contoh perbedaan yang sangat indah,” ungkap Andi Mustaman.(Wan)

BAGIKAN:

jasa pembuatan website makassar