Bukan Umurnya,Tapi Kemampuanya Meraup Aspirasi Dan Energi


Penulis:M.Ridwan Wawan.P

Menjadi pemimpin itu bukan soal kecerdasan, kharisma, komunikasi, tampilan, dan segala macam atribut yang biasa dilekatkan pada figur pemimpin. Disebut pemimpin atau tidak ini adalah soal ada atau tidaknya yang mengikuti. Hadirnya pengakuan dan kepengikutan itu yang mengubah seseorang jadi pemimpin. Menjadi pemimpin adalah soal pengakuan dari yang dipimpin, sebuah rumusan sederhana yang sering terlupakan.
Pemimpin adalah dirigen yang menghadirkan energi, nuansa, dan aurora dalam sebuah orkestra. Setiap pemain memiliki peran, dan tanpa dirigen-pun instrument musik bisa dijalankan tapi orkestra itu tidak ada jiwa-nya. 
Pemimpin hadir membawa suasana. Memberikan arah dan greget. Pemimpin membawa misi dan menularkannya pada semua. Pemimpin meraup aspirasi dan energi dari semua yang dipimpinnya, lalu mengkonversinya menjadi cita-cita kolektif dan energi besar untuk semua bekerja bersama meraihnya. Memang pemimpin bukan dewa atau superman. Tidak pantas semua masalah dititipkan, ditumpahkan ke pundak pemimpin.
Dan hadirnya pemimpin muda menjadi simbol jika mereka memiliki kepemimpinan yang tersimpan dan siapa saja berhak untuk merasakan titah kepemimpinannya,mereka dengan umurnya yang muda,pengalaman yang di anggap kurang,namun itulah sebuah regenerasi umur bukanlah sebuah ukuran seseorang untuk menilai sebuah kemampuan.

BAGIKAN:

jasa pembuatan website makassar