Danau Dendam Cinta Di Toraja Utara


Kabarmaspul- Di Toraja Utara ternyata cukup banyak objek wisata menarik yang memiliki latar cerita mistik. Bahkan bupati Toraja Utara Kalatika Paembonan sendiri cukup hapal cetita-cerita mistik di balik objek wisata yang kini tengah dikembangkan di daerah itu.
Bahwa setelah negeri di atas awan Lempe-Lolai menjadi populer di Sulsel termasuk kisah mistisnya, bupati Kalatika kini memperkenalkan ratusan objek wisata baru. Saat ini, pemerintah daerah (Pemda) Toraja Utara tengah merampungkan sarana dan prasarana pawisata tersebut, dengan harapan ke depan objek wisata ini akan ramai dikunjungi wisatawan, baik wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara.
Bupati Kalatiku Paembonan kepada Palopo Pos belum lama ini mengatakan, ada 387 objek wisata baru di Kabupaten Toraja Utara akan diperkenalkan. Menurutnya, yang tercatat secara resmi saat ini ada 22 objek wisata.
”Ada 387 objek wisata baru. Temuan ini sedang diinventarisasi. Kita mau mengumpulkan informasi sejarah dan cerita mistik yang menyertai objek baru ini,” beber Kalatiku.
Bupati mencontohkan, ada danau kecil ditemukan di Lembang Malakiri, Kecamatan Balusu.
Menurut kisah penduduk setempat, ada kisah romantis di balik terbentuknya danau tersebut.
Kalatiku Paembonan pun mulai berkisah. Katanya, jauh sebelum Indonesia merebut kemerdekaannya, sepasang kekasih di sekitar danau ini dilanda asmara.
Kendati cinta mereka begitu kuat, tetapi restu dari orang tua keduanya tak ada. Mereka tidak bisa menemukan solusi untuk cinta mereka. Apakah harus kawin lari atau memutuskan kisah asmara keduanya.
”Dua kekasih ini bertemu di pinggir sumur. Karena tidak bisa menemukan solusi, mereka hanya berpelukan sambil terus menangis. Air mata mereka bercampur dengan derasnya hujan yang mendduyur seiring dengan makin kerasnya tangisan mereka. Dan akhirnya, sumur kecil tersebut berubah menjadi danau seiring dengan tenggelamnya sepasang kekasih tersebut ke dalam danau, dan jasad mereka  kemudian tak ditemukan.
Danau ini kemudian oleh penduduk dinamai Danau Dendam Cinta, karena cinta mereka tak mendapat restu,” ucapnya.
Objek wisata lainya, kata bupati berada di Lembang Saddang. Menurutnya, di sana ditemukan sebuah batu beranak. Setiap tahun muncul batu lain di sekitar batu itu.
”Kisah batu beranak ini lain lagi. Namun masih berkisah seputaran asmara muda mudi kala itu,” katanya.
Kembali diceritakannya, dahulu kala, sepasang kekasih hendak berpisah. Si pemuda harus mengikuti perang. Pemuda ini pun berpesan kepada kekasihnya. Selama batu yang ditempatinya berdiri masih beranak, dia pasti akan pulang.
”Benar saja, setiap tahun di sekitar batu itu makin banyak batu yang muncul. Hingga akhirnya, penantian sang wanita berujung. Pemuda idaman hatinya kembali,” kata Kalatiku.
Ada batu beranak, ada juga batu tumbuh. Batu tumbuh tersebut berada di Lembang Bori, Kecamatan Sesean.
Tiap tahun, batu tersebut tumbuh makin tinggi seperti pohon hidup. Ada juga ditemukan benteng pertahanan pahlawan nasional Pongtiku di tiga tempat di Mamullu, Kado, dan Maruppu.
Rupanya, Bupati Toraja Utara ingin menghidupkan kembali objek wisata di wilayahnya.
Saat ini, dia juga fokus untuk membenahi akses jalan menuju bukit Lempe-Lolai. Jalannya akan diperlebar. Langkah lainnya, seluruh rumah tongkonan yang tidak dihuni akan dijadikan tempat inap atau home stay.
”Kita akan bekerjasama dengan hotel berbintang untuk membina masyarakat memanfaatkan rumah tongkonan mereka,” katanya.
Dia juga mengatakan, Oktober 2016 mendatang, Pemda Toraja Utara kembali diadakan lomba maraton internasional bagi para pengusaha. Toraja explorer paralayang juga dijadikan agenda tahunan di Kabupaten Toraja Utara.
”Kita ingin agar Toraja Utara diperhitungkan dan menjadi tujuan wisata kedua di Indoensia setelah Bali,” tandasnya. darna(Marten/Wan)

BAGIKAN:

jasa pembuatan website makassar