Ketua DPR dicopot karena vokal kritik Ahok ?

Ade Komaruddi, ketua DPR


KABARMASPUL.COM - Rasanya belum cukup lama, politisi Golkar Ade Komaruddin (Akom) berani secara vokal dan terbuka mengkritisi salah seorang calon gubernur Jakarta.

Akom menilai, persatuan bangsa terlalu mahal dikorbankan hanya demi kepentingan politik di Pilkada DKI Jakarta 2017.

"Ekstremnya, saya katakan, bila perlu bubarkan Pilkada Jakarta, kalau menghancurkan bangsa ini," kata Akom di Wisma DPR Kopo, Puncak, Bogor, Jawa Barat, Jumat malam, 18 November 2016.

"Saya sedih kalau persatuan Indonesia dikorbankan hanya karena Pilkada Jakarta, yang kebetulan punya calon yang punya mulutnya tidak masuk kelas, tidak sekolah maksudnya. Ini bukan soal agama, kalau dilihat dari latar belakangnya, hanya kita tidak boleh sombong, mulut kita harus dijaga, dan hati kita harus baik," kata dia.

Bulan lalu, di kalangan internal DPR memang sempat berhembus isu untuk mencopot Akom dari posisi Ketua DPR, namun saat itu tidak ada alasan cukup kuat untuk mencopot Akom.

Hal ini diperkuat oleh penegasan pengamat hukum tata negara, Irmanputra Sidin, yang saat itu menyatakan tidak ada alasan untuk menggantikan Ketua DPR Ade Komarudin.

Untuk mengganti Ketua DPR menurut Irman, kalau yang bersangkutan meninggal dunia, diberhentikan atau mengundurkan diri.

"Dari ketiga syarat tersebut, tidak ada alasan untuk mengganti Ade Komarudin sebagai Ketua DPR," kata Irman, di Gedung DPR, Senayan Jakarta, Selasa, 4 Oktober 2016 lalu.

Wacana politis agar Akom sapaan Ade Komarudin dicopot dari Ketua DPR dan diganti dengan Setya Novanto menurut Irman, adalah alasan subjektivitas saja.

"Akom misalnya, disuruh mundur oleh partai, itu alasan subjektivitas," tegasnya.

Untuk saat ini kata Irman, tidak ada jalan untuk memberhentikan Akom, sebab tidak ada pelanggaran yang dilakukannya.

"Kalau terjadi juga, akan berdampak kepada DPR sebagai institusi, DPR akan terus merosot citranya karena kepentingan kelompok tertentu," tutup Irman. (pp/kabarmaspul)

BAGIKAN:

jasa pembuatan website makassar