Putra Daerah Maspul Yang Tetap Sederhana Menjadi Birokrat Di Pemerintahan Kota Makassar

Kabarmaspul.com-Jabatan kepala SKPD di lingkup pemerintah kota/kabupaten, ada memang yang mesti diduduki oleh figur pejabat dengan latar pendidikan yang spesifik. Misalnya Dinas Kesehatan, umumnya dipimpin oleh seorang dokter. Begitu juga dengan Dinas Pekerjaan Umum, adalah bukan bagiannya seorang sarjana pemerintahan, melainkan bagiannya seorang insinyur. Dan tepatlah kiranya ketika Walikota Ilham Arief Sirajuddin mengangkat Ir.Muhammad Ansar,M.Si menjadi Kepala Dinas PU Kota Makassar menggantikan Ir.Ridwan Muhadir.

Ansar, putra Enrekang kelahiran 17 Mei 1963 ini, tamat SD tahun 1975, tamat SMP Negeri tahun 1979, dan tamat SMA negeri tahun 1982, yang kesemuanya dilakoni di Enrekang. Tahun 1990 dia selesai S1 di Fakultas Tehnik Sipil Unhas, dan selesai di pasca sarjana Unhas tahun 2004.

Ansar, terkesan pria pendiam. Tapi bigitu diajak diskusi, Anda bisa kewalahan melawannya. Apalagi kalau bicara tentang tetek-bengek teknik ke-PU-an. PNS dengan pangkat terakhir Pembina Utama Muda (IV/C) ini,  memulai karir PNS tahun 1994 dengan pangkat III/a. Tahun 1998 dia menjabat Kasub Seksi Perenacanaan Dinas PU Makassar, tahun 2001 dia naik ke jabatan Kasub Dinas Program & Evaluasi. Selanjutnya Ansar naik lagi ke jabatan Kepala Bidang Jalan & Jembatan sejak tahun 2005, dan pada akhirnya naik menjabat Kepala Dinas PU Kota Makassar. Ansar tak pernah keluar dari Dinas PU Makassar, sehingga tak bisa dipungkiri kalau pria hobby olah raga bulutangkis ini cukup piawai mengendalikan Dinas PU Makassar sepeninggal beberapa senior pendahulunya, seperti Ir.A.Herry Iskandar, Ir.Abd.Latief, Ir.Irianto Kasim, Ir.Kusayyeng, dan Ir.Ridwan Muhadir.

Sejak bergulirnya wacana penggantian Kepala Dinas PU Makassar, dimana saat itu Plt Kepala Dinas dijabat Sekretaris Dinas PU Drs.Muslim, nama Ansar telah banyak digadang-gadang untuk dipercaya Walikota menggantikan Ridwan. Nyaris setiap kolega Ansar memberinya ucapan selamat meskipun belum jelas betul siapa yang akan jadi Kadis PU, Ansar hanya selalu menyambutnya dengan senyum, tanpa komentar. Ansar selalu mengalihkan pembicaraan bila diarinya disinggung akan jadi Kadis PU. Mengapa ? Agaknya Ansar adalah seorang lelaki bertipe pekerja, bukan tipe seorang pengejar jabatan, apalagi bersibuk-ria mengejar kedudukan, meskipun ambisi menduduki jabatan itu adalah hal wajar dalam berkarier. Tidak ! Dia lebih memilih menyelesaikan tugasnya daripada kasak-kusuk mengejar kedudukan.
Faktanya, jauh sebelum jadi Kadis PU Makassar, dia sebetulnya sudah digadang-gadang jadi Kadis PU Pangkep di zaman bupati Syafrudin Nur. Namun tiga kali dia ditanya soal kesiapannya ke Pangkep, dia selalu mengatakan ; “Nanti saya lihat dulu ,,” Dan akhirnya bupati terpaksa memilih figur lain yang tak kurang kapabelnya, yakni Ir.Ismounandar untuk menjabat Kadis PU Pangkep.

Dalam mengahadapi setiap masalah di institusinya, Ansar selalu tampil tenang, selalu bicara apa adanya terutama soal-soal teknis ke-PU-an, dan dia tak pernah ragu untuk berhadapan dengan siapapun bila itu adalah ranah tanggung jawabnya pada lingkup kerja dimana dia berada.(*)

BAGIKAN:

jasa pembuatan website makassar