7 Dari 10 Mahasiswa Di Makassar Pernah Berhubungan Seks,4 Melakukan Aborsi


Kabarmaspul.com, Makassar - 7 dari 10 orang mahasiswa di Makassar yang pernah melakukan hubungan seks tanpa alat kontrasepsi, dan 4 diantaranya pernah melakukan aborsi.
Kasus ini tergambar dari penelitian tentang “Perilaku Seks Mahasiswa Kota Makassar” yang Civic Institute bersama dengan Keluarga Mahasiswa Sosiologi Fisip Universitas Hasanuddin tahun 2016 ini.
Penelitian ini menggunakan metode angket terhadap 400 orang mahasiswa di PTN dan PTS se Kota Makassar. Dalam penelitian ini ditentukan beberapa variabel yang menggambarkan perilaku seks mahasiswa di Kota Makassar, yaitu pengetahuan, sikap, tindakan seks, pengalaman dan faktor pendorong.
Penelitian ini mengungkapkan, persentase seks beresiko dikalangan mahasiswa di Makassar mencapai 33,95 persen. Responden laki-laki lebih cenderung melakukan seks beresiko dengan persentasi mencapai 23,1 persen dibanding perempuan yaitu 10,85 persen.
Motif atau faktor yang menjadi pendorong melakukan hubungan seks hanya ingin tahu 11,25 persen (45), menjawab sangat setuju 20,75 persen (83), menjawab setuju, 21,75 persen (87), menjawab netral, 25 persen (100), menjawab tidak setuju dan sisanya 21,25 persen (85) menjawab sangat tidak setuju.
Penelitian ini juga mengungkapkan sebahagian besar mahasiswa di Makassar mulai melakukan hubungan seks sejak SMA dan perguruan tinggi. Sebesar 16,75 persen menjawab melakukan hubungan seks sejak SMA. Sedangkan melakukan hubungan seks sejak di perguruan tinggi sebanyak 13,55 persen dan 2,75 persen melakukannya sejak SMP.
Mneyikapi hal tersebut, Sosiolog Unhas Dr. Arsyad M.Si mengatakan perilaku seks bukan lagi dilihat sebagai gejala sosial. Namun, seks dalam kajian sosiologi harus dilihat dalam konteks yang lebih luas lagi. semisal melihat seks sebagai komoditi.
“Fenomena ini tidak luput pada lingkungan kampus. Mulai dari kepentingan ekonomi sampai pada transaski nilai dengan seks,” ungkap Dr Arsyad.
Sementara itu, Sekretaris KNPI Kota Makassar Irwan Ade Saputra yang melihat dari perspektif kepemudaan mengatakan, fenomena prilaku seks menyimpan yang dipaparkan Civic Institute sesuai hasil survey dikalangan Mahasiswa sangat mengkhawatirkan bagi generasi bangsa, mengingat masa depan bangsa tercermin bagaimana kondisi dan prilaku pemuda hari ini.
Menurutnya, hasil survey ini harus segera dipublikasikan agar seluruh elemen bisa mengambil langkah pencegahan sebelum angka 33% semakin meningkat dimasa akan datang yang berujung pada meingkatnya pendertia HIV/AIDS di Kota Makassar.
“Saya mengharapkan Pemerintah Kota Makassar harus segera bertindak mengambil kebijakan untuk mencari solusi terhadap fenomena tersebut,” jelas Irwan Ade.
Sementara Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Makassar Azis Lasabbe menjelaskan, jumlah penderita HIV/AIDS di Kota Makassar sebanyak 5.040 orang berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel. Sebagian besar disebabkan oleh prilaku seks yang sering berganti-ganti pasangan, diantaranya juga berusia muda seperti halnya temuan hasil penelitian ini.
“KPA Makassar tidak hanya fokus pada pengobatan bagi penderita AIDS, tapi juga mengkaji terkait fenomena sosial tersbut dan juga melakukan mitigasi dampak dari kasus HIV/AIDS,” ungkap Azis saat ditemui di Kampus Fisip Unhas. (Rahim/Wan)

BAGIKAN:

jasa pembuatan website makassar