Ini Tanggapan Mantan Pengurus BEM UNM Terkait Kisruh IKA

Andi Fajar Asti

Kabarmaspul.com- Polemik Ikatan Alumni Universitas Negeri Makassar (IKA UNM) semakin menjadi setelah Rektor UNM, Prof Husain Syam mengeluarkan maklumat soal kepengurusan.
Mantan pengurus BEM UNM, Andi Fajar Asti mengatakan, maklumat UNM ini telah melalui hasil kajian yang mendalam dan telah melakukan mediasi terhadap seluruh kubu.
“Walau akhirnya proses mediasi tidak menemukan kesepakatan antar seluruh pihak, dimana kubu Andi Jamaro Dulung mengklaim telah melalui proses mubes yang sah namun dibubarkan oleh kelompok Mubeslub yang menganggap proses mubes cacat karena berakhir deadlock dan bertentangan AD/ART,” ungkapnya, Kamis (30/12/2016).
Bahkan, membuat kubu mubeslub “marah” adalah karena dituduh oleh pihak AJD sebagai “boneka” rektor. Hal itu lantas dibantah koordinator pelaksana Mubeslub Khaeruddin Hakim yang mengaggap pernyataan AJD sudah melampaui batas. Menurutnya, AJD sudah menambah persoalan baru di IKA UNM.
Adanya proses pelantikan yang terus menerus dilakukan AJD dan tuduhan negatif terhadap Rektor UNM yang dianggap.
“ Tidak punya urusan “ dengan IKA UNM tentu menunjukkan sikap yang tidak produktif dan hanya akan memelihara konflik serta melukai civitas akademika UNM dimana civitas akademika UNM sekarang ini semakin terus menerus membenahi kualitas kampus melalui pelibatan alumni.
Selaku alumni UNM, Andi Fajar Asti mengambil sikap:
1. Bahwa proses pelantikan sebaiknya di rubah menjadi silaturahmi Alumni UNM saja sebagai kegiatan refleksi akhir tahun 2016 menyongsong 2017.
2. Bahwa organisasi IKA UNM tidak boleh terlepas dari perguruan tinggi induknya. Karena IKA UNM itu diatur dalam statuta UNM dan juga juknis proses akreditasi perguruan tinggi yang di terbitkan oleh BAN PT sehingga jika Kubu AJD yang begitu kencang menyuarakan bahwa IKA UNM tidak punya hubungan organisasi dan hanya sebatas hubungan sosiologis dengan UNM adalah hal yang sangat keliru. Karena dalam pengisian Borang Akreditasi dari prodi sampai universitas sangat di butuhkan data-data dan partisipasi alumni. Khususnya diatur dalam pengisian Borang Standar 3 (tiga) dimana Mahasiswa dan alumni harus dievaluasi aktifitasnya. Sehingga idealnya IKA UNM mampu bekerjasama dengan Universitas melalui UPTD Tracer Study.
3. Bahwa jika kubu AJD tetap ngotot melakukan pelantikan IKA UNM tanpa restu Rektor UNM, maka sudah bisa dipastikan pihak UNM akan membentuk IKA UNM (versi institusi) yang tentu wajib dan tidak boleh terpisahkan dari UNM karena IKA UNM adalah ujung tombak institusi di masyarakat dan berhak memberikan masukan terkait kebutuhan masyarakat untuk penyesuaian perbaikan kurikulum di perguruan tinggi, termasuk untuk pelaksanaan program PPL dan KKN berbasis masyarakat (kekinian).
4. Bahwa IKA UNM (versi institusi) yang terbentuk nanti akan melakukan perbaikan organisasi baik struktur maupun gerakannya yang selama ini belum secara mampu maksimal mengkonsolidasikan alumni secara massif demi kemajuan dunia pendidikan di indonesia bukan sekadar hubungan sosial dan “kongko-kongko”. (Wan)

BAGIKAN:

jasa pembuatan website makassar