Mahasiswa Kendari Razia Tenaga Kerja Asing

Mahasiswa Kendari Razia Tenaga Kerja Asing

Kabarmaspul.com - Puluhan Mahasiswa di Kendari menggelar aksi razia Tenaga Kerja Asing di Jalan Bay Pass Kendari, Selasa 27 Desember 2016. Setiap Tenaga kerja asing yang melintas diminta menunjukkan pasport dan visa.

Aksi razia yang berlangsung sekira sejam itu sempat menyita perhatian pengguna jalan hingga menimbulkan kemacetan. Dalam aksinya mahasiswa menyasar tenaga kerja asing asal Tiongkok yang bekerja di PT Idonesia Morowali Industrial Park (IMIP).

Pantauan Kabarkendari.com, mahasiswa menahan dua mobil berplat DN dan B yang ditumpangi sekitar 25 orang TKA. Penumpang dua mobil ini diminta mengeluarkan pasport dan visa yang diduga tidak sesuai dengan aturan keimigrasian.

Mahasiswa mendesak pemerintah untuk mendeportasi TKA yang terbukti menggunakan visa kunjungan. Dari aksi ini, tak satupun TKA yang menunjukkan visa. Mahasiswa hanya diperlihatkan sebuah pasport.

Koordinator aksi, Bram Barakatino, mengatakan aksi swiping ini terpaksa dikakukan karena mereka menduga ada permainan indikasi korupsi dari sejumlah pejabat berwenang di Sulawesi Tenggara. Sebab, visa yang digunakan para TKA ini bukan visa ketenagakerjaan melainkan visa kunjungan.

“Kota Kendari ini juga dijadikan sebagai tempat persinggahan. Disini kami menduga Imigrasi menerima suap dari PT IMIP yang memperkerjakan TKA di Morowali. Mengapa mereka tidak dicegat. Terlebih lagi para TKA ini mengurus izin di Imigrasi Kendari, ini tidak benar,” kata Bram.

Menurutnya, pekerjaan tenaga kerja lokal dengan TKA semuanya sama dan mengeluarkan keringan yang sama. Namun realitasnya, para tenaga kerja lokal diberi upah rendah dan dibuat tidak manusiawi ketimbang TKA.

“Deportasi semua TKA itu. Visa kunjungan dijadikan visa tenaga kerja. Tangkap Kepala Imigrasi Kendari, tangkap pimpinan PT IMIP dan tangkap oknum-oknum yang melegalkan TKA ini,” tegasnya.

Aksi razia sempat memanas ketika polisi berusaha menggagalkan aksi mahasiswa. Pengawal TKA bernama Isak, Putu dan Jojo yang tidak terima dirazia meminta polisi mengusut kasus ini.

Kabag Ops Polres Kendari, Komisaris Polisi Robby Topan Manusiwa mengungkapkan bahwa pihaknya saat ini sementara melakukan olah TKP. Polisi berjanji melakukan penyelidikan atas kasus tersebut.

Berdasarkan data Dinas Tenaga Kerja tahun 2016 jumlah TKA di Sultra yang menggunakan visa ketanagakerjaan mencapai 700 orang. Sementara Kantor Imigrasi Kendari tahun 2016 menyebut jumlah TKA di Sultra mencapai 4000 orang. TKA di Sultra umumnya berasal dari Tiongkok dan bekerja pada perusahan tambang nikel dan perusahaan listrik. | [kabarkendari/kabarmaspul]

BAGIKAN:

jasa pembuatan website makassar