MSDC Unhas Adakan Talk Show 'Tetumbuh Karang Berbicara'


Kabarmaspul.com- Marine Science Diving Club (MSDC) Universitas hasanuddin menggelar talk show “Terumbu Karang Berbicara”, Senin, (19/12/2016). Talk show ini berlangsung di ruang sidang Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Hasanuddin.
Hadir menjadi pemateri pada talk show ini yakni Dr.Ir.Syafyudin Yusuf, ST., M.Si, dosen FIKP Unhas, Yusran Nurdin dan Mirwan Anugrah selaku pemerhati lingkungan. Sementara Muhammad Ihsan selaku moderator memberi kesempatan berbicara kepada pemateri, dimana masing-masing narasumber membahas mengenai kondisi terumbu karang dari berbagai aspek. Muhammad Ihsan selaku moderator.
Dirangkaikan dengan talk show ini, juga dipaparkan hasil pemantauan Reef Check 2016 yang telah dilakukan beberapa waktu lalu pada tanggal 26-27 November 2016 di Pulau Barrang Lompo, Pulau Barrang Caddi, dan Pulau Samalona. Tim pemantauan menggunakan phinisi Pusaka Makassar untuk berlayar, sekaligus menjadi basecamp yang merupakan kerja sama MSDC-UH dengan Yayasan Makassar Sekalia.
Dr.Ir.Syafyudin Yusuf,ST., M.Si menyatakan bahwa terumbu karang sebenarnya cukup mendapat perhatian, hanya saja pembicaraan mengenai terumbu karang terlalu banyak dilakukan di dalam gedung-gedung. Namun, dari sekian banyak pembicaraan tersebut, hanya sedikit yang ingin terjun langsung ke laut untuk menyaksikan permasalah terumbu karang yang sebenarnya.
Selanjutnya, Muhammad Ihsan memberi kesimpulan bahwa hal paling sederhana dari masalah terumbu karang yang dihadapi adalah karena paham antroposentris masih dianut oleh masyarakat. Hal ini yang juga sejalan dengan pernyataan Muchsin, ST sebelumnya yang mengemukakan problem utama yakni alasan klasik, masyarakat tidak pernah sadar untuk menjaga terumbu karang, sehingga pengawasan jarang dilakukan.
Trend kerusakan dan tata kelola, cara mengajak semua komponen untuk turut melestarikan lingkungan, serta suplai bahan baku bius dan bom yang masih banyak beredar menjadi tiga hal penting yang dibahas oleh Yusran Nurdin. Dia juga menyampaikan bahwa hasil Reef Check 2016 seharusnya dapat menjadi landasan pengambilan keputusan dalam pelestarian lingkungan.
“Jangan berhenti pada riset semata, tapi bagaimana hasil riset tersebut dapat menjadi pondasi yang kokoh untuk kemudian diemplementasikan,” ungkap Yusran Nurdin menutup pemaparannya.
“Terumbu karang memang menjadi hal yang cukup sering menjadi bahan perbincangan, namun tidak dapat dipungkiri bahwa terumbu karang masih menjadi topik yang sexy untuk dibahas,” ucap Mirwan Anugrah.
Lebih jauh ia menyatakan bahwa hal yang sebaiknya dilakukan adalah memperkuat pilar-pilar, dan lebih sering berkunjung langsung ke laut. Sehingga setelah bertemu langsung dengan indahnya laut, hal tersebut dapat menjadi alasan untuk menjaga kelestarian lingkungan di laut. (Wan)

BAGIKAN:

jasa pembuatan website makassar