Pemuda Harus Berpolitik


Kabarmaspul-Pemuda Demokrat Indonesia bersama Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) menggelar diskusi pemuda menatap masa depan, disalah satu warkop di Jalan Toddopuli Makassar, Selasa (13/12/2016).
Hadir sebagai Narasumber, Arief Wicaksono Dekan Fakultas Sospol Unibos Makassar, Arkam Azikin Akademisi Unismuh, dan Arham Basmin Ketua Senat Bela Negara Sulselbar.
Arif Wicaksono mengatakan, pemuda merupakan harapan bangsa, pemimpin masa depan serta agen perubahan. Menurutnya, perjuangan bangsa Indonesia tidak dapat dipisahkan dari peran pemuda.
“Dalam persepektif historis, peran pemuda dalam perubahan sosial di tanah air tidak bisa dipungkiri dan sudah terjadi sejak perjuangan membentuk negeri ini. Untuk itu, saatnya pemuda berpolitik,” kata Arief saat menyampaikan materinya.
Sebagai seorang akademisi, kata Arief, dirinya selalu mendorong pemuda untuk berperan aktif dalam setiap gerakan, termasuk ikut terlibat dalam momentum politik.
“Pemuda garda terdepan dalam pembangunan bangsa. Keterlibatan dalam politik sangat penting, namun harus punya tujuan, yaitu komitmen dan konsisten dalam komunikasi,” jelasnya.
Arif menjelaskan, pemuda seharusnya diberi ruang dan dukungan untuk aktif terlibat dalam dunia politik.
“Mahasiswa dan pemuda harus juga berpolitik, karna politik bukan domain kaum tua namun hak semua orang. Politik tidak semestinya di dominasi kaum tua, pemuda harus berperan aktif,”katanya .
Disisi lain, Arkam azikin mengungkapkan, nilai perjuangan pemuda dan organisasi kepemudaan hari ini mulai tergerus.
“Pemuda telah kehilangan arah perjuangan dan jati dirinya, sehingga yang tergambar hari ini adalah citra kelabu pemuda,” imbuhnya. (Rizal/Wan)

BAGIKAN:

jasa pembuatan website makassar