Pola 13-5-2 ,Menanti Muslimin Bando Nahkodai Golkar Enrekang

Nurdin Halid

Kabarmaspul.com- Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golkar Sulawesi Selatan memiliki strategi jitu sebagai target untuk memenangkan pertarungan pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulsel 2018 mendatang.
Dengan pola 13 Bupati, 5 Wakil Bupati dan 2 ketua DPRD partai Golkar optimis dapat memenangkan pertarungan Pilgub nantinya. Mereka kepala daerah yang tergabung saat ini yakni, Bupati Jeneponto Iksan Iskandar, Bupati Pangkep, Syamsuddin Hamid, Bupati Wajo, Burhanuddin Unru, Bupati Soppeng, Kaswadi Razak, dan Wali Kota Parepare Taufan Pawe.
Sementara beberapa kepala daerah lainnya, yang bakal bergabung memperkuat struktur partai, yakni Nicodemus Biringkanae (Tana Toraja), Basli Ali (Selayar), Thoriq Husler (Luwu Timur), Muslimin Bando (Enrekang), Andi Mudzakkar (Luwu), Adnan Purichta(Gowa). Sedangkan yang menjadi afiliasi Golkar, Muhammad Fauzi (Suami Bupati Lutra).
Sedangkan Ketua DPD II yang menjabat Wakil Bupati yakni Natsir Ibrahim (Wabup Takalar), Ahmad Syarifuddin (Wawali Palopo), Darwis Bastaman (Pinrang) Dolla Mando (Sidrap), dan Suardi Saleh (Barru). Sedangkan Ketua DPRD yakni Farouk M Betta (Makassar) dan Zulkarnain Pangki (Bulukumba).
Pengamat politik dari Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, Aswar Hasan mengatakan, dominasi kepala daerah menjadi bukti kekuatan Golkar untuk dapat memenangkan pertarungan. Golkar dibawah Nurdin disebut patut diperhitungkan karena berhasil mempengaruhi sejumlah bupati yang notabene bukan kader Golkar.
“Bupati sebagai ketua DPD bisa sangat powerb full, dibanding ketua tanpa punya jabatan politik strategis. Kalau Golkar di Sulsel dipegang mayoritas bupati, peluang bisa melakukan aktivitas politik secara maksimal, termasuk pilkada,” kata Aswar saat dihubungi jumat(30/12/2016).
Aswar menguraikan, keuntungan lain menjadikan bupati sebagai ketua partai pada persoalan finansial dan kepemilikan struktur kekuasaan. Bupati juga bisa menggunakan posisinya untuk memobilisasi massa, sekalipun tidak atas nama jabatan.
Dengan bergabungnya bupati, kata Aswar, kekuatan Golkar tak bisa diabaikan. “Artinya calon gubernur usungan Golkar nantinya sangat diuntungkan. Bupati miliki finansial dan itu bisa digerakkan,” ucapnya.
Pergerakkan Nurdin Halid sendiri sejauh ini dianggap sulit dipisahkan dengan adanya keinginan ikut bertarung di Pilgub. Meskipun secara terbuka tidak secara langsung menyatakan keinginannya.
“Itu kerja politik memang begitu, pion digerakkan lebih awal. Terakhir raja menyatakan siap,” ujar dia.
Nurdin pada setiap musda tidak melarang pimpinan DPD II mendeklarasikan dirinya. Dia menganggap kalau dirinya tak bisa membatasi pendapat dan aspirasi para kader.
Seperti yang terjadi di beberapa daerah saat pelaksanaan Musda seperti di Kabupaten Wajo yang secara terang-terangan dan didepan ketua Umum Golkar Setya Novanto, Burhanuddin Unru bersama 14 Pincam menyatakan siap memenangkan Nurdin jika bertarung di Pilgub.
Hal yang sama juga terjadi di Musda Bone, Pangkep, dan Soppeng dengan mengeluarkan rekomendasi hasil Musda mendukung mantan ketua PSSI itu jika maju di Pilgub.(Wan)

BAGIKAN:

jasa pembuatan website makassar