Begini Cara Kritik Di Media Sosial Menurut Mahfud MD

Mahfud MD

Kabarmaspul.com- Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD mengatakan saat ini berbagai kritik yang ditujukan kepada pemerintahan Presiden Joko Widodo baik melalui aksi unjuk rasa maupun lewat media sosial. Ia berharap kritik itu disampaikan secara konstruktif sebagai wujud penghormatan terhadap pemerintahan yang sah secara konstitusional.
“Pemerintahan ini telah sah diuji secara konstitusi. Sebagai orang yang hidup di negara demokrasi berdasarkan konstitusi, apapun kita harus menghormati pemerintahan ini,” kata Mahfud saat menjadi pembicara kunci dalam diskusi “Refleksi Akhir Tahun Pemerintahan Jokowi dan kontribusi KAHMI untuk Negri” di Kampus Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta, Senin 2 Januari 2017.
Menurut Mahfud, siapapun yang terpilih sebagai presiden di Indonesia pernah menerima kritik mulai dari era Soeharto, Habibi, Gus Dur hingga Susilo Bambang Yudhoyono.
Meski demikian, kritik terhadap pemimpin yang sah harus disampaikan secara sehat. “Sejak dulu, tidak ada pemerintah satupun yang dianggap baik, setiap pemerintah pasti dikecam,” kata dia.
Menurut Mahfud, penyampaian kritik yang tidak sehat terhadap pemerintah seperti halnya yang tersebar di kalangan pengguna media sosial akhir-akhir ini. “Kita harus tahu batas dan koridor,” kata dia.
Ia juga menilai sejumlah pihak yang menginginkan amendemen konstitusi Indonesia berlebihan. “Kalau sekarang konstitusi diganti, besok lagi diganti lagi. Sebenarnya konsistensi penegakan konstitusi adalah yang lebih penting. Orang berhukum itu harus bersabar,” kata dia.
Mahfud menilai belakangan ini mulai banyak bermunculan pihak-pihak tertentu yang melakukan pembangkangan terhadap aparat penegak hukum. Hal itu perlu direspons dengan penegakan hukum yang lebih tegas.
“Sebab kalau terjadi disobedience (pembangkangan) kemudian akan muncul disintegrasi. Itu adalah urut-urutan kehancuran negara,” kata dia.(Syaiful/Wan)

BAGIKAN:

jasa pembuatan website makassar