Demokrasi, pemilu dan konsep kepemimpinan

Sofyan Haryono



Oleh sofyan Haryono
(Ketum HPMM Kom. Unhas)

Editor: Fitri Novianti

Sudah menjadi konsumsi publik, berita akan terlaksananya pesta demokrasi lima tahunan kabupaten enrekang untuk memilih nahkoda yang nantinya menjadi pemimpin definitif dalam mengambil kebijakan_kebijakan strategis mengelolah segenap potensi yang ada di bumi massenrempulu dimana diharapkan potensi_potensi tersebut akan bisa menyatu membawa masyarakat massenrempulu kabupaten Enrekang pada kesejahtraan yang bersifat universal.

Dalam hal ini, dimana segenap masyarakat massenrempulu akan diperhadapkan pada momentum pesta demokrasi yang secara konsep kembali harus mengingat momentum seperti apa yang terjadi sampai lahirlah konsep demokrasi tersebut. Dalam hal ini menurut Abraham Lincoln bahwa demokrasi sebenarnya sedianya adalah dari, oleh dan untuk rakyat. Inilah yang kemudian harus di refleksi kembali oleh para bakal calon (BALON) pemimpin di Massenrempulu, artinya bahwa bukan hanya sekedar tahu tentang konsep teoritis dari demokrasi itu sendiri namun yang paling penting sejauh mana kemudian nilai_nilai demokrasi itu di pahami dan mampu untuk di aplikasikan dalam kehidupan masyarakat sehingga nantinya masyarakat pun hadir dengan sebuah kepercayaan terhadap wakil mereka dalam birokrasi yang sejatinya memperjuangkan kesejahtraan masyarakat di bumi massenrempulu.

Belajar dari konsep demokrasi yang bercirikan welfare state dengan konsep pemimpin yang mampu mengakomodasi nilai_nilai ke_Massenrenpulu_an dimana semua masyarakat adalah keluarga maka di harapkan tidak adanya lagi prektek KKN(korupsi,kolusi dan nepotisme) dalam pengelolaan birokrasi .

Perbandingan dunia das sein dengan das sollen dalam konsep sosiologis adalah suatu fakta yang menarik untuk di kaji dalam berbagai hal namun, penulis mencoba menarik dari satu sisi yaitu "pemilu". Tentulah BALON pemimpin di Massenrempulu dimulai dari detik awal sudah siap hadir dan  bertempur dengan konsep, strategi dan taktik tersendiri untuk memenangkan kursi tertinggi di birokrasi massenrempulu, namun yang sekarang mesti di pahami bahwa BALON tersebut jangan sekali_kali hadir dengan membawa konsep dan visi misi yang seakan membudaya mendekati pemilihan yaitu memberi harapan palsu pada masyarakat, dimpiana masyarakat akan kehilangan kepercayaan pada figur yang telah di percayakan mampu memperjuangkan kesejahtraan masyarakat yang bersifat universal.

Maka dari itu kehadiran PEMILU diharapkan mampu melahirkan pemimpin di bumi massenrempulu yang visioner, mampu bersosialisasi dengan nilai_nilai ke_massenrempulu_an, integritas dan wibawa sehingga mampu menjadi tokoh yang membawa perubahan ke arah yang positif, dan yang paling penting Amanah dan bijaksana dalam melaksanakan tugas_tugas sebagai wakil tuhan di muka bumi yang membawa kesejahteraan dalam kehidupan bermasyarakat di bumi massenrempulu kabupaten Enrekang.

BAGIKAN:

jasa pembuatan website makassar