Ketua KONI Enrekang Protes Timnya Didiskualifikasi Panitia Danone

Mitra Fahruddin

Kabarmaspul.com- Ketua Komite Olahraga Nasional (KONI) Kabupaten Enrekang Mitra Fakhruddin memprotes kebijakan Panitia Piala Danone yang mendiskualifikasi timnya.
Protes tersebut dilayangkan karena merasa diskualifikasi tersebut tanpa sebab dan alasan yang jelas. “Kita ini heran kenapa panitia langsung mendiskualifikasi tim dari daerah kami, untuk itu kami mau minta penjelasan tapi tidak satu pun panitia bisa ditemui disini (Stadion Andi Mattalatta),” kata Mitra, Jumat (13/1/2017).
Mitra menduga, panitia Turnamen Piala Danone tidak netral, dan ada indikasi jika panitia tidak menginginkan Enrekang lolos keputaran Final.
Enrekang, ungkap Mitra, merupakan salah satu tim unggulan di Danone Cup, terbukti pada tahun lalu tim Enrekang berhasil menjadi juara III.
“Tahun kemarin kami meraih juara tiga, turnamen Danone, ini bentuk diskriminasi yang dilakukan panitia,” sebut Bendahara KNPI Sulsel itu.
Sementara itu, ketua Panitia Turnamen Danone Bustamin mengatakan, bukan hanya tim dari Enrekang yang terkena diskualifikasi melainkan ada 9 tim lain.
Hai itu, kata Bustamin, karena biodata pemain yang disetor kepanitia berbeda dengan pemain yang bermain di lapangan, sehingga kebijakan panitia di tingkat provinsi melakukan diskualifikasi.
“Kita diskualifikasi karena ada tiga pemain dari Enrekang yang mengunakan data orang lain, andaikan cuma satu atau 2 orang saja kita perbolehkan lanjut bertanding akan tetapi karena ada 3 kita diskualifikasi dia,”kata Bustamin.
Menurut Bustamin, pemain yang bisa mengikuti Turnamen Danone adalah kelahiran 2005 dan 2006 sehingga jika lahir sebelum tahun tersebut tidak diperbolehkan untuk bermain.
“Kita ingin turnamen Danone ini sportif, pemain yang bermain adalah mereka yang memiliki data asli bukan data orang lain,” pungkas Bustamin ketua Panitia Turnamen Danone.(Wan)

BAGIKAN:

jasa pembuatan website makassar