Meretas Praktek Komersialisasi Pendidikan Di Bumi Massenrempulu

Sofyan Haryono


Oleh: Sofyan Haryono
(Ketum HPMM kom.Unhas)

Editor : Zul

Pendidikan adalah hal yang paling substansial  dalam peradaban ummat, terkhusus di bumi massenrempulu. Berangkat dari sudut pandang penulis dengan dua metode pendidikan, pertama adalah pendidikan secara formal dan selanjutnya pendidikan non -formal. Berangkat dari sistem legalitas teory dimana hampir semua dimensi kehidupan mulai dari politik, hukum, sosial, budaya dan ekonomi senantiasa dilengkapi dengan persyaratan formil untuk bisa menjadi bagian dari sistem tersebut.

Dalam konteks formal mengkaji sejauh mana pendidikan formal ini mampu menjawab tantangan di era peradaban modern sehingga ketika berbicara mengenai konteks ke-massenrempulu-an tak ada lagi generasi massenrempulu yang tidak mengenyam rasa dalam pendidikan formal tersebut. Dilain sisi telah menjadi program pemerintah baik di tingkat pusat maupun daerah pengalokasian APBN/APBD untuk pendidikan yang kemudian diharapkan bisa mendukung program-program yang berkaitan erat dengan penyadaran akan pentingnya pendidikan, mulai dari perbaikan sarana dan prasarana, dana BOS smpai pada terobosan baru meng-gratis-kan biaya pendidikan sampai pada tingkatan tertentu.

Demikianlah konsep ideal dalam menata generasi massenrempulu yang kemudian di era pemerintahan MBA terdapat pasang surut dunia pendidikan di bumi massenrempulu, tolok ukurnya mulai dari semakin meningkatnya angka generasi putus sekolah, pengalokasian dana ABPD untuk pendidikan yang tidak tepat sasaran sampai pada adanya indikasi komersialisme pendidikan. Dari sudut pandang tersebut kita dapat menarik sebuah hipotesa bahwa untuk periode kepemimpinan MBA sudah gagal dalam bidang pendidikan.

Bukan meng-atas-namakan kepentingan pribadi atau kelompok tertentu, namun kami sadar akan tugas dan fungsi kami sebagai mahasiswa menjadi bahagian dari agent of change, sosial of control dan moral of force dengan berbekal label akademisi, kritis dan cepat tanggap terhadap realita maka kami berkomitmen untuk senantiasa chek and balance terhadap kebijakan birokrasi yang bertentangan dengan kemaslahatan umum masyarakat massenrempulu.

Sebagai perbandingan mahasiswa dalam hal ini HPMM  KOM. UNHAS dengan berlandaskan tridharma perguruan tinggi poin ke-tiga tentang pengabdian kepada masyarakat dan modal keikhlasan, baru-baru ini meng-adakan kegiatan sosialisasi dan Try Out Akbar SMA sederajat Se-kab. Enrekang. Harapannya adalah sejauh mana kemudian mahasiswa dan pemda dalam hal ini mampu bersinergi untuk menyukseskan kegiatan tersebut yang secara realistis menurut hemat penulis harusnya memberikan sumbangsi besar dalam kegiatan-kegiatan yang tujuannya murni mendorong potensi generasi massenrempulu.

Fakta bahwa telah terjadi praktek komersialisasi pendidikan dimana kegiatan serupa oleh subjek yang berbeda kemudian berlomba-lomba mengadakan kegiatan yang sama dengan kontribusi yang begitu besar di bebankan kepada calon peserta,  yang lebih unik lagi entah ketidak mampuan dinas yang bersangkutan menafsir tujuan ataukah adanya kontrak yang kemudian telah menjadi kesepakatan, kami berhak apriori atas permasalahan ini disamping ketidak cakapan dinas yang mewadahi, mengeluarkan rekomendasi izin berkegiatan di tambah lagi dengan hadirnya sosok HIPMI dalam kegiatan tersebut.


Maka wajar kami memberikan kritikan bawha generasi massenrempulu memang kedepannya harus di bangun dengan konsep me nge generasi kan generasi sehingga peradaban di bumi massenrempulu dapat bertahan dengan konsep dan nilai-nilai ke-massenrempulu-annya bukan dengan membawa nilai dari cara-cara kapitalis liberal.

BAGIKAN:

jasa pembuatan website makassar