Pajak Kendaraan BBM Listrik Dinaikkan Mencekik Rakyat, Sementara Freeport yang Bernilai Ribuan Triliun Melenggang

Pajak Kendaraan BBM Listrik Dinaikkan Mencekik Rakyat, Sementara Freeport yang Bernilai Ribuan Triliun Melenggang

Setelah Pajak kendaraan naik 300%, BBM resmi naik 300 Rp/liter.. Harga sembako naik (listrik juga naik) dan hutang bertambah..

Sementara Freeport yang benilai ribuan Trilyun masih melenggang membawa konsetrat emas, tembaga dan perak dengan kapal-kapalnya. Tak ada keberanian pemerintah untuk menghentikan ekspor konsentrat yang sudah ke-6 kalinya.

Smelter yang dibangun di Gresik hanya lelucon sampai saat ini tidak ada perkembangan, itupun hanya berkapasitas 300.000 sementara produksinya 2 juta ton konsentrat. Lha yang 1.7 juta ton mau dikemanain?? Tetap saja diangkut ke mamarika.

Coba kita hitung ya berapa nilai 2 juta ton konsentrat emas dan copper cathode 400.000 ton per tahun.

Dalam 1 ton kandungan konsentrat PT Freeport Indonesia, terdapat sebanyak 22 persen tembaga, 2.5 gram emas, dan 40 gram perak. Sisanya adalah lumpur pasir atau besi dan lain sebagainya.

Anggaplah kita hitung emas harganya Rp500.000/gram sudah dapat berapa? Harga tembaga $2,55/gram dari perton dapat 220 kg... Udah berapa?? Belum lagi perak dan besinya.

Berapa Trilyun????
Tolong hitungin, kalkulatorku sampe nge-hang...

Jadi...
Separah-parahnya SBY, setidaknya UU 4/2009 adalah produk pemerintahannya. Lha era Jokowi ada produk apa di sektor ini?? Hanya tinggal meneruskan dan melaksanakan saja gak bisa.

Ternyata lebih gampang menyengsarakan rakyatnya ketimbang berani gebrak meja di depan asing.

Tanggal 11 Januari 2017 ini habis izin ekspor konsentratnya, mana ada gerakan dari pemerintah untuk menghentikan ekspor konsentrat?? Kita lihat saja si Jonan (menteri ESDM), kalo gak berani mending ganti si Conan detective.

Oleh: Agus Santoso
(Teknik pertambangan Universitas Sriwijaya)

BAGIKAN:

jasa pembuatan website makassar