Tidak Netral, DPRD Takalar Panggil Panwaslu

Dewan Takalar Menerima Aspirasi

kabarmaspul.com- Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Takalar berencana akan memanggil Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Takalar untuk mengklarifikasi adanya dugaan tidak netral dalam proses pemilihan kepala daerah (Pilkada) Takalar 2017.
Rencana pemanggilan ini terkait adanya aspirasi dari ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Demokrasi saat melakukan aksi unjuk rasa di kantor DPRD Kabupaten Takalar, Jumat (20/1/2017).
“Kami menerima aspirasi yang disampaikan, dan kami siap menindaklanjuti dengan melakukan pemanggilan pihak Panwaslu Takalar untuk memberikan klarifikasi langsung,” ujar legislator PPP, Makmur Mustakim yang menerima aspirasi massa Aliansi Masyarakat Peduli Demokrasi.
Makmur Mustakin menegaskan akan meminta Panwaslu untuk bersikap netral atau tidak memihak kepada salah satu calon. Kata dia, Panwas harus tegas dalam menindak segala pelanggaran yang terjadi di Pilkada Takalar.
“Mungkin hari Senin sudah ada kabar, kapan pemanggilannya. Kamu juga akan undang teman-teman dari Aliansi Masyarakat Peduli Demokrasi untuk mendengar langsung klarifikasi Panwas,” jelas Makmur.
Aliansi Masyarakat Peduli Demokrasi menilai Panwaslu Takalar berpihak kepada salah satu calon dan tidak tegas dalam menindaklanjuti pelanggaran yang terjadi di Pilkada Takalar.
“Panwaslu Takalar selama ini terkesan hanya mengambil bagian sebagai penonton dalam pesta demokrasi di Takalar, dimana sema laporan yang masuk hingga saat ini tidak jelas dibawa kemana hanya menjadi kertas hitam diatas putih,” jelas Aswar Anas sebagai pemimpin aksi.
Aswar mempertanyakan terkait adanya dugaan salah satu anggota Panwaslu yang tidak netral yakni Syaifuddin divisi penindakan Panwaslu Takalar.
Massa mempertanyakan kenetralan Syaifuddin dalam menangani setiap laporan yang masuk ke Panwaslu Takalar, khususnya pada kasus penggrebekan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang melakukan pertemuan di Wisma Asman dalam rangka mendukung dan memenangkan salah satu calon.
“Panwaslu Takalar terkesan membiarkan adanya pelangggaran Pemilu yang terjadi. Pertemuan ASN di Wisma Asman contohnya yang sampai saat ini tidak ada penindakan. Bahkan salah satu komisioner telah menyampaikan kepada publik tidak ada pelanggaran disana,” jelas Aswar.
Untuk itu, massa mendesak Panwaslu Takalar agar tetap bersifat netral dalam menangani kasus-kasus pelanggaran Pilkada Takalar. “Apabila aksi kami tidak ditindak lanjuti maka kami akan melakukan aksi yang lebih besar lagi,” tegas Aswar.
Selain itu massa juga meminta Sekretaris Daerah Nirwan Nasrullah memproses ASN yang diduga terlibat dalam koordinasi bersama salah satu calon wakil bupati Takalar di Wisma Asman.
Sumber: Humas DPRD Takalar
Editor : Cybey Kabarmaspul

BAGIKAN:

jasa pembuatan website makassar