AMPERA Protes Kebijakan Bupati Enrekang Berikan Izin Perusahaan Malaisya Kelola Sawit Enrekang

Andi Riyan Rifaldi

Kabarmaspul.com- Aliansi Mahasiswa Pemerhati Massenrempulu (Ampera) protes kebijakan Pemerintah daerah Kabupaten Enrekang atas pembukaan ribuan hektar lahan kelapa sawit di kecamatan Maiwa, dan telah mendatangkan investor asal Malaisya yakni PT. Borneo Group.

Atas kebijakan Bupati setempat, Muslimin Bando telah menuai protes dari kalangan Aktivis dan masyarakat setempat akan kehadiran korporasi tersebut di tanah Massenrempulu yang justru mendatangkan bencana.


Ditemui Ketua Umum Aliansi Mahasiwa Pemerhati Massenrempulu (Ampera), Andi Riyan Rifaldi menyatakan penolakannya terhadap rencana Pemda setempat membuka ribuan lahan kelapa sawit.

“Membuka lahan kelapa sawit tanpa belajar dari dampak apa yang akan ditimbulkan. Pemerintah harus sadar bahwa hal itu memberikan dampak negatif terhadap lingkungan kita, dan masyarakat juga harus tau itu untuk bersama sama dengan kami menjaga kelestarian tanah kita,” ujarnya,jumat,(17/2/2017).

Sebelumnya Pemda setempat pernah mengundang investor lain yakni PT. Bambapuang dan PT. Astra  untuk menggarap lahan ribuan hektar tersebut dengan komoditas yang sama.

“Pemda juga pernah mengundang PT. Bambapuang dan PT. Astra tapi sempat tertunda karena ketakutan masyarakat dengan melihat dampak yang akan diakibatkan perkebunan kelapa sawit,” bebernya.

Lebih lanjut pria yang akrab disapa Rifal, pun menyatakan bahwa pembukaan lahan tersebut dilakukan dengan cara penebangan secara besar-besaran dan pasti memiliki efek bagi lingkungan.

“Pembukaan lahan harus dilakukan dengan cara penebangan pohon secara besar besaran dan pada akhirnya terjadi bencana, seperti longsor karena lahan gundul,” Sesalnya.

Bahkan iapun mengungkapkan ketakutan masyarakat sekitar bahwa pola yang digunakan perusahaan sawit selama ini dalam membersihkan lahan dengan cara yang tidak benar (membakar).

“Jika melakukan pembersihan lahan dengan cara pembakaran, yang pada akhirnya akan mengakibatkan pencemaran lingkungan dan merusak ekosistem yang ada disekitarnya,” takutnya.

Olehnya itu Rifal mengharapkan masyarakat harus mengetahui semua kebijakan tersebut karena hal tersebut dianggap pembodohan sistematis yang dilakukan oleh oknum yang berkepentingan. Tidak hanya itu, ia juga melayangkan seruan  penyadaran kepada Bupati Kabupaten Enrekang atas pemenuhan janji-janji politiknya untuk lebih focus kepada meningkatkan kesejahteraan rakyatnya dan enrekang bersih, bebas dari korupsi.

“Mestinya Bupati sadar akan janji-janji politiknya yang menyatakan bahwa Enrekang harus bersih dari Korupsi,”ucapnya

Andi Riyan Rifaldi menambahkan bahwa sepertinya ada oknum masuk angin atas masuknya PT. Borneo Group lahan kelapa sawit khussnya di kecamatan cendana.Andi Riyan akan mengancam melakukan penelusuran terkait perusahaan kelapa sawit itu.(Zul)


BAGIKAN:

jasa pembuatan website makassar