Dewan Pers: Dua Tahun Mendatang, Semua Media Terverifikasi




Kabarmaspul.com- Anggota Dewan Pers, Nezar Patria mengatakan pihaknya bakal membuat standar operasional prosedur (SOP) untuk verifikasi perusahaan pers yang ada di Indonesia sebagai upaya memberi rujukan kepada publik. “Dengan membuat ratifikasi media, kita harapkan publik bisa merujuk mana media yang terverifikasi dan tidak,” kata Nezar dihadapan sejumlah media pada hari minggu, 5 Februari 2017.
Kata dia, ratifikasi adalah tahapan pendataan dan verifikasi perusahaan pers di Indonesia. Tugas Dewan Pers hanya memberi rujukan ke publik apakah media tersebut profesional atau belum. Dia juga memastikan bahwa Dewan Pers bukan lembaga pemberi lisensi mengikat yang dapat menerbitkan izin atau membredel perusahaan pers.
Nantinya, pihaknya bakal melakukan verifikasi terhadap ribuan media massa di Indonesia. Dewan Pers akan menggandeng organisasi wartawan dan sejumlah pihak untuk proses ratifikasi perusahaan pers. Mereka akan memastikan apakah perusahaan pers bekerja profesional, mematuhi Undang-undang Pers Nomor 40 Tahun 1999, dan kode etik jurnalistik.
“Misalnya, kami akan cek apakah pemimpin redaksinya itu memiliki uji kompetensi sebagai wartawan utama atau tidak,” kata Nezar. Program verifikasi ini bakal diluncurkan bersamaan dengan peringatan Hari Pers Nasional pada 9 Februari di Ambon. Sejauh ini sudah ada 74 perusahaan pers yang telah terverifikasi tahap awal.
Selanjutnya ada banyak perusahaan pers yang akan didatangi Dewan Pers. Mulai dari Tempo, Jakarta Post, CNN Indonesia, Rappler, Kumparan, dan media massa lainnya. Kata Nezar ada lebih dari seribu media massa yang telah terdaftar secara adminitratif dan nantinya akan diverifikasi.
Ketua Dewan Pers, Yosep Stanley Adi Prasetyo sebelumnya telah membuat rilis terkait hal yang sama. Menurut dia, ratifikasi perusahaan pers mensyaratkan agar memenuhi kaidah jurnalistik, menyejahterahkan wartawan, dan harus menegakkan kode etik jurnalistik. “Perusahaan pers juga diharapkan menerapkan merit system atau jenjang karier wartawan,” kata dia.
Menurut Nezar, nantinya dengan verifikasi perusahaan pers akan terlihat mana produk jurnalistik yang dihasilkan oleh perusahaan pers porfesional dan yang belum. Ini adalah salah satu upaya Dewan Pers untuk memerangi berita hoax yang kerap beredar di masyarakat. “Ke depan, hanya perusahaan pers yang sudah diverifikasi oleh Dewan Pers yang akan mendapatkan dukungan dan perlindungan dari Dewan Pers bila terjadi sengketa pers yang mengaitkan perusahaan pers tersebut,”jelasnya.
Proses verifikasi akan dimulai tahun ini. Targetnya selama dua tahun ke depan, semua media massa di Indonesia telah diverifikasi. Setiap perusahaan pers berhak mendaftar di Dewan Pers untuk kemudian segera mengikuti proses verifikasi.(Syaiful/Kiki)

BAGIKAN:

jasa pembuatan website makassar