Menalar Kinerja 3 Tahun Masa Kepemimpinan MBA Untuk Kabupaten Enrekang

Sofyan Haryono


Oleh sofyan haryono(Mahasiswa FH Universitas Hasanuddin/ketua HPMM Kom.Unhas)

Menjadi kader HPMM, sebagai pelajar dan mahasiswa yang masih dengan konsep ide_ideologis murni, HPMM hadir sebgai wadah dalam menghimpun pelajar dan mahasiswa yang di harapkan mampu menjaga martabat dan hadir sebagai pengontor sosial, agen perubahan dan penjaga moral.

Oleh sebab itu sudah sewajarnya mahasiswa melaksanakan chack and balance untuk birokrasi massenrempulu, sejauh mana mampu merealisasikan janji_janji yang diangkat sebelum terpilih. Maka di hari tuanya yang ke_57 tahun massenrempulu hendaknya pejabat birokrasi masa kini mampu menalar perbandingan konsep birokrasi yang ada sebelumnya untuk kemudian bersama dengan segenap potensi yang ada untuk bisa memajukan bumi massenrempulu yang tercinta.

Dalam hal menakar, maka seyogyanya menurut hemat kami, mahasiswa mampu menempatkan diri pada posisi netral mengkritisi kekurangan birokrasi saat ini untuk di perbaiki dan mendukung keberhasilan yang telah di capai untuk kemudian lebih ditingkatkan.

Olehnya itu dengan beberapa sudut pandang yang ada baik secara subjektif dan ataupun objektif, melihat bumi massenrempulu saat ini maka jelas di usia tuanya massenrempulu masih jauh dari kata keberhasilan birokrasi mensejahtrakan masyarakatnya, dilihat dari pembangunan sarana dan pra_sarana, infrastruktur yang ada maka boleh dikatakan sdh 60℅ sdh ada perkembangan yang kemudian diharapkan bisa lebih diTingatkan dan lebih merata ke semua masyarakat massentempulu.

Namun disisi lain misalnya yang terlihat adanya praktek KKN yang jelas di pertontonkan oleh birokrasi yang ada saat ini, maka kita tidak bisa menutup mata memberikan kritikan di 3(tiga) tahun masa bakti MBA dalam mengelolah kab. Enrekang yang kemudian semestinya diharpkan mampu di retas dan mampu meng_akomodasi segenap kepentingan masyarakat yang ada. Terlebih 57(lima puluh tujuh) tahun kab. Enrekang.

Kemajuan kab. Enrekang harus dilihat dari semua perspektif, mulai dari pengelolaan potensi SDM,SDA, dan kemampuan memanajemen birokrasi dan administrasi sebagai sebuah kabupaten, apalagi dengan adanya capaian yang tak lazim dalam mengelolah keuangan dengan opini DISCLAIMER, yang kita harapkan bersama tidak lagi terjadi pada tahun berikutnya apalagi jika data yang ada menjawab bahwa pendapatan daerah/APBD mengalami kenaikan dari sebelumnya, hal itulah yang menjadi pertnyaan bersama adanya capaian yang kontradiktif.

Masa bakti 3(tiga) tahun terlewati dan sesuai amanal undang_undang sebagai legal standing jabatan kepala daerah maksimal 5(lima) tahun maka tinggal 2(dua) tahun lagi untuk bisa memperbaiki kab. Enrekang, maka menjadi PR baru buat MBA sejauh mana mampu merealisasikan janji yang ada Untuk menjamini terciptanya kesejahtraan masyarakat massenrempulu secara universal.

Tidak dinafikkan lagi bahwa selain prestasi yang sudah dicapai MBA maka banyak juga kemerosotan yang mesti menjadi catatan, semisal SDM yang ada yang kemudian secara subjektif terlihat mengalami degradasi mental, moral dan kesadaran dalam memahami prntingnya pendidikan. Trlihat jelas semakin meningkatnya angka pelanggaran asusila, semakin tingginya angka pengangguran karena tidak sesuainya bidang dengan disiplin pengetahuannya, sampai pada angka putus sekolah yang semakin meningkat pula, olehnya itu sudah semestinya untuk tetap bekerja dan bekerja mengelolah segenap potensi yang ada tersebut untuk massenrempulu EMAS.

BAGIKAN:

jasa pembuatan website makassar