Polling Bakal Calon Gubernur SulSel,Bro Rivai Unggul

Polling Bakal Calon Gubernur SulSel

Kabarmaspul.com- Sebuah media online di Makassar menggelar polling Calon Gubernur Sulsel sejak Kamis (23/2/2017). Bakal Calon Gubernur Sulsel DR Ir H Abdul Rivai Ras MM MS MSi atau Bro Rivai konsisten bertengker diurutan pertama sejak awal polling hingga sekarang.
Dalam polling itu, pada Jumat (24/2/2017) pukul 15.00 Wita, Bro Rivai memperoleh vote terbanyak (24,12 persen) disusul ‎Bupati Bantaeng Nurdin Abdullah (21,74 persen) diurutan kedua.
Adapun bakal calon lainnya mendapatkan polling tidak lebih dari 15 persen. Bupati Sidrap Rusdi Masse misalnya hanya memperoleh 14 persen disusul Ketua DPD I Golkar Sulsel Nurdin Halid (11,46 persen). Mantan Bupati Gowa Ichsan Yasin Limpo mengukuhkan dirinya diperingkat lima besar dengan perolehan 8,96 persen.
Wakil Gubernur Sulsel, Agus Arifin Nu’mang hanya memperoleh polling 8,13 persen dan berada diurutan keenam disusul mantan Kapolda Sulsel Irjen Pol Burhanuddin Andi diurutan ketujuh (6,94 persen).
‎Senator Sulsel Abdul Azis Qahhar Mudzakkar harus puas diperingkat kedelapan dengan polling 2,74 persen disusul Legislator DPR RI Fraksi Partai Nasdem Akbar Faisal diurutan paling buncit dengan perolehan 1,90 persen.
‎Berada diurutan pertama tidak membuat tim pemenangan Bro Rivai menjadi jumawa. Menurut mereka, polling tersebut hanya bersifat sementara dan merupakan bagian dari simulasi media massa dalam menguji popularitas dan elektabilitas bakal calon gubernur melalui media sosial.
“Tapi setidaknya polling ini menunjukkan antusiasisme masyarakat Sulsel yang mulai merindukan pemimpin yang berbeda dengan pemimpin masa lalu dalam menyongsong Era Baru Sulsel,” kata juru bicara Bro Rivai, Achmad Shabir.
Mantan jurnalis ini menilai, polling yang dilakukan media online tersebut sebaiknya dikelola secara profesional dan menganut sistem yang fair. Pasalnya foto-foto para bakal calon yang ditampilkan tidak seimbang dan apa adanya. Ada foto yang ditampilkan close-up dan ada pula yang ditampilkan bagai sekedar melengkapi gambar.
“Demikian pula nama yang tulis seharusnya lengkap dan benar, sehingga bermakna dan tidak merugikan salah satu figur. Misalnya Bro Rivai seharusnya ditulis selengkapnya Abdul Rivai Ras, sehingga secara abjad mencerminkan urutan yang fair. Dalam kajian ilmu branding strategy, hal seperti itu berdampak pada preferensi voters karena mengandung dorongan psikogis tersembunyi,” ujar Abe sapaan akrab Achmad Shabir.
Sejak awal dibukanya polling berbasis ‘one IP, one vote’ ini, nampak simpatisan masing-masing bakal calon berusaha mensosialisasikan jagoannya melalui media sosial dengan mengajak masyarakat untuk ikut berpartisipasi memberikan votenya.(Wan)

BAGIKAN:

jasa pembuatan website makassar