Sanggar Seni Latimojong Lestarikan Kesenian Tradisional

Sanggar Seni Latimojong


Kabarmaspul.com- Budaya adalah suatu warisan dari leluhur atau nenek moyang kita yang tidak ternilai harganya, dan patut dilestarikan. Hal inilah yang disadari oleh Muh Nur, selaku pendiri Sanggar Latimojong yang memiliki visi melestarikan seni budaya tradisional Sulawesi Selatan.

Berdiri sejak tahun 2008 lalu, Sanggar Latimojong telah mengukir beberapa prestasi membanggakan diantaranya telah tampil di berbagai event se Nusantara, bahkan telah mendapatkan kesempatan untuk tampil di Istana Negara pada masa pemerintahan Susilo Bambang Yudoyono.

“Sebagai generasi muda ingin sekali memberikan pencerahan bahwa budaya itu perlu dilestarikan salah satunya adalah tidak malu belajar menari, untuk itulah Sanggar ini terbentuk,” ujarnya.

Pemilihan nama Latimojong pun dikarenakan Latimojong merupakan nama gunung tertinggi di Sulsel, dan diharapkan dalam perjalanannya kedepan Sanggar Latimojong dapat menjulang seperti gunung Latimojong.

“Untuk mewujudkan hal tersebut, tentu butuh kerja keras, perjuangan, dan juga pengorbanan,” tambahnya.

Beberapa prestasi telah diukir oleh anggota Sanggar Latimojong diantaranya menjuarai Festival Perkusi Sulsel tahun 2011, serta Festival Musisi Pemuda di Senayan 2011.

Selain mengajarkan berbagai tarian, Sanggar Latimojong juga menerima privat bagi anak-anak, menerima orderan manggung diberbagai event, ataupun bagi mereka yang tengah berbahagia semisal pesta perkawinan.

“Untuk acara pernikahan biasanya mereka memesan pemain gendang, yang rangkaian adat pernikahan di Sulsel,” ujarnya.

Bukan hanya itu, Sanggar Latimojong pun telah memproduksi berbagai alat musik tradisional.

“Untuk mendapatkan privat, ataupun bergabung dengan sanggar tradisional dapat menngunjungi sanggar secara langsung di Jl. Yusuf Bauti, Perum Gowa Lestari Blok G/8 Kelurahan Batangkaluku, Somba Opu, Gowa, atau menghubungi nomer 081342744033,” lanjutnya.

Memegang prinsip, melestarikan kesenian tanpa meninggalkan budayanya, Muh Nur, menaruh harapan berbagai tarian serta budaya Indonesia lainnya dapat tetap lestari, dan sejajar dengan berbagai kesenian dunia.

“Satu hal lagi yang bisa kita lakukan,memang tidak akan mengalami perubahan besar tetapi dari hal kecil yang kita lakukan kita mendapat perubahan yang besar,”jelasnya.(Fitri)


BAGIKAN:

jasa pembuatan website makassar