Aziz Qahar Buka Peluang Berpaket Dengan Siapapun Di Pilgub SulSel

Aziz Qahar Muzakkar

Kabarmaspul.com- Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar belum benar-benar menutup kemungkinan untuk maju di pilgub 2018. Ia masih membuka kans untuk bersanding dengan siapa saja, termasuk menjadi pendamping HM Nurdin Halid.
“Saya akan bersikap secepatnya. Jadi maju tidaknya saya, tunggu saja,” kata Aziz, Jumat (24/3/2017).
Menurut senator Senayan ini, banyak hal yang harus ia pertimbangkan untuk kembali bertarung di pilgub. Baginya, ini bukan sekadar keputusan politik, tetapi juga sebuah pilihan antara keinginan pribadi dan dorongan rakyat.
“Saya tidak bisa memutuskan begitu saja. Saya perlu mendengarkan suara masyarakat, dan tentu juga keluarga. Apa manfaat dan mudaratnya, itu harus saya timbang,” jelas Aziz.
Aziz pernah menjalin komunikasi dengan Partai Golkar Sulsel Februari lalu. Hanya saja, setelah pertemuan dengan Nurdin Halid, pembicaraan itu mengambang.
Aziz mengakui, pertemuan dengan NH membahas pilgub 2018, tetapi belum ada keputusan secara personal. Sementara Partai Golkar telah mengakomodir Aziz sebagai salah satu figur yang disurvei untuk mendampingi NH, yang baru akan diputuskan pada April nanti.
Pendiri Pondok Pesantren Hidyatullah ini juga mengakui, rembuk keluarga menentukan sikapnya nanti. Pasalnya, ia bukan satu-satunya trah Qahhar Mudzakkar yang didorong maju di pilgub.
Andi Madzakkar yang saat ini menjabat Bupati Luwu juga turut digadang banyak partai politik. Cakka, sapaan Mudzakkar saat ini menunggu survei sebagai calon pendamping Ichsan Yasin Limpo.
Jika akhirnya Cakka maju di pilgub, menurut Aziz, akan ada pertimbangan-pertimbangan alternatif mengenai dirinya.
“Saya tidak mau bergantung pada kondisi itu secara mutlak. Tergantunglah dorongan publik. Saya akan melihat baik buruknya dulu. Kalau memang baik saya maju, saya akan maju. Kalau tidak, ya saya tidak akan memaksakan diri,”jelasnya. (Wan)

BAGIKAN:

jasa pembuatan website makassar