Kini Lorong Di Kota Makassar Menjadi Tempat Yang Nyaman


Kabarmaspul.com- Sejarah mencatat pertikaian konvensional panjang di masyarakat Makassar telah ada sejak dekade 1980-an. Itulah awal kemunculan berbagai konflik sosial di lorong-lorong.
Tapi situasi itu telah berubah sekarang. Lorong tak lagi menakutkan, dan menjadi tempat yang lebih nyaman.
“Inilah salah satu efek sosial dihadirkannya pembangunan di lorong oleh Danny. Secara bertahap derajat masyarakat di lorong diangkat. Lorong tak lagi menakutkan seperti dulu, kini lebih nyaman,” ujar pengamat komunikasi publik Andi Tenri Farida.
Menurut aktivis perempuan ini, kuncinya satu, perbaiki derajat ekonomi dan tingkatkan status sosial mereka. Jika dua hal ini terpenuhi, masyarakat marginal di lorong-lorong akan lebih mudah dikendalikan.
Ia melihat, sasaran pembangunan lorong oleh Wali Kota Danny sangat terarah. Pertama, ia bangun pundi-pundi ekonomi rakyat di lorong. Kedua, masyarakat dilibatkan dalam semua kegiatan pembangunan.
“Jadi lahir interaksi antara masyarakat dan pemerintah. Masyarakat merasa dianggap oleh pemimpinnya. Itulah yang melahirkan rasa aman,” jelasnya.
Sekarang ini, masyarakat di lorong juga lebih bertanggung jawab. Meski masih kerap terjadi konflik, tetapi intensitasnya lebih rendah dari satu dekade sebelumnya.
“Kepedulian masyarakat lebih tinggi sekarang. Soal kebersihan, keamanan, itu tampak sekali perbedaannya,” terang Tenri.
Dulu, di era 80-an hingga pengujung 90-an perang antara satu kelompok dengan kelompok lainnya berlangsung turun-temurun, dan tak pernah bisa diputus.
“Ciri utama masyarakat berperadaban adalah ditinggalkannya pola-pola kekerasan dalam berinteraksi,” katanya.
Sekarang menurut Tenri masyarakat kita sedang belajar menuju ke fase itu. Fase intim cara bergaul masyarakat dunia.
Perang kelompok yang mentradisi terun-temurun di beberapa wilayah telah berhasil di kendalikan. Ini semua kata dia, adalah wujud dari keberhasilan pemerintah kota dalam menciptakan stabilitas sosial.
Yang sedang dirintis Danny sekarang adalah membendung keterbelakangan. Pola pikir maju masyarakat didesain dalam program yang simultan agar bisa menjauh dari praktik kekerasan.
Danny sendiri mengatakan, tak terlalu rumit mengendalikan masyarakat tradisionil di lorong-lorong. Yang mereka butuhkan hanyalah perbaikan ekonomi sosial.
“Jadi masyarakat tidak merasa sendiri dalam menghadapi persoalan. Ada pemimpin yang selalu hadir melindungi dan mengayomi. Itulah tujuan dari pemerintahan,”jelas Danny.(Zul)

BAGIKAN:

jasa pembuatan website makassar