Lelang Jabatan Makassar Bisa Diadopsi Jadi Patron Nasional

Ilustrasi

Kabarmaspul.com- Proses lelang jabatan yang diperkenalkan Wali Kota Moh Ramdhan Pomanto tahun 2015 bisa diadopsi menjadi pola baku secara nasional. Sistem ini dinilai sangat ideal, terutama dalam menutup praktik-praktik nepotisme pengangkatan pejabat daerah.
“Dari semua sistem inilah yang paling ideal. Karena lelang jabatan itu pendekatannya kompetensi, bukan hubungan orang per orang. Jadi lebih objektif,” kata Andi Tenri Farida, aktivis perempuan yang juga pemerhati pemerintahan,Kamis (9/3/2017).
Tenri melihat, secara personal, pejabat Makassar dari hasil lelang jabatan 80 persen terpilih karena faktor kompetensi. Ia juga memuji dinamisnya pergantian pejabat di balaikota.
“Persentasenya cukup tinggi, 80 persen. Mungkin ada nonkompetensi tapi saya melihat angkanya kecil. Artinya Pak Danny melihat pada standar kinerja. Kalau kinerjanya baik, ya dipakai. Sebaliknya, yang tidak memenuhi kualitas kerja, bisa digeser kapan saja,” katanya.
Jadi kata Tenri, tidak ada pejabat yang benar-benar langgeng di jabatannya, kecuali mereka yang punya kualitas. Pola ini menurut dia sangat positif, agar proses kaderisasi di kalangan aparatur tetap berjalan dengan baik.
Alumnus pascasarjana Universitas Pajajaran ini menjelaskan, faktor-faktor politik yang kerap mengangkangi proses pergantian pejabat juga semakin mungkin dipersempit dengan proses lelang.
“Tidak ada lagi orang yang jadi pejabat karena tekanan politik. Semua dipilih karena kapasitasnya,” jelasnya.
Secara khusus Tenri mengapresiasi Danny yang telah banyak memberi kesempatan kepada aparatur-aparatur muda untuk berkarier. Begitu juga aparatur perempuan, diberi ruang yang sama dengan kaum pria.
“Terbukti sekarang banyak perempuan menduduki jabatan strategis di balaikota. Mereka itu terpilih secara objektif, karena kualitas,” kata Tenri.
Salah satunya adalah Kepala Disdukcapil Nielma Palamba. Dalam sejarahnya barangkali inilah kali pertama Disdukcapil dipimpin aparatur perempuan.
Menurutnya, fakta itu menunjukkan bahwa kaderisasi di balaikota menganut pendekatan kompetensi. Antara kaum pria dan perempuan punya kans yang sama.
“Saya berharap sistem ini dijaga. Tinggal melakukan perbaikan pada seleksi saja agar pejabat yang dihasilkan juga lebih kompetitif,”jelasnya.(Wan)

BAGIKAN:

jasa pembuatan website makassar