Media Sosial Bisa Membuat Anak Menjadi Pedofilia

Ilustrasi

Kabarmaspul.com- Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Asrorun Ni’am Sholeh menjelaskan, akses ke video pornografi yang terlalu mudah menjadi salah satu penyebab seseorang bisa menjadi pelaku pedofilia.

Pergaulan yang tidak dibatasi juga telah membuat seseorang bergaul dengan lingkungan yang tidak benar.

“Pada prinsipnya orang memiliki potensi baik. Tapi bisa jadi jahat karena berbagai faktor,” kata Asrorun di Kantor KPAI seperti dikutip dari Kompas.com, Selasa (21/3/2017).

Asrorun mengatakan, seorang pelaku dengan kondisi kelainan psikologis tidak menjadi pembenar untuk melakukan kejahatan seksual terhadap anak dan lalu bebas dari hukuman.

“Artinya, kalau ada orang melakukan tindak kejahatan terhadap anak dan kemudian diidentifikasi dia pedofil, penyuka sesama jenis atau anak-anak, tidak serta merta dia dibebaskan atau direhab,” kata Asrorun.

“Tetap dilakukan mekanisme hukum untuk kepentingan penjeraan. Lalu jika nanti sudah selesai proses hukumannya, silahkan diproses medis,” ujar Asrorun.

Asrorun menambahkan, kendurnya pengawasan orangtua terhadap anak, antara lain terhadap penggunaan gadget serta akses ke media sosial, telah membuat anak rentan jadi korban pedofilia. 

Orang tua, lanjut Asrorun, harus memberikan pemahaman kepada anak soal norma-norma yang boleh dan tidak boleh dilakukan di media sosial.

Orang tua juga harus mengajarkan anak bahwa tidak semua konten yang ada di media sosial itu baik. Orang tua harus mengajari anak agar tidak gampang percaya terhadap perkenalan instan di media sosial.

“Kadang kita senang lomba banyak-banyakan follower dan teman tanpa kita tahu karakteristik media cyber bisa gunakan apa saja dan bisa menggunakan identitas apa saja tanpa ada mekanisme pengawasan memadai,”jelas Asrorun(Kiki)

BAGIKAN:

jasa pembuatan website makassar