Ada Pertunjukan Lumba-Lumba Di Mall Panakkukang,Padahal Dilarang


Kabarmaspul.com- Pertunjukan lumba-lumba masih saja terjadi, padahal dilarang. Protes dilakukan beberapa kalangab karena hanya di Indonesia yang masih melakukan pembiaran sirkus keliling lumba-lumba.
Meski telah banyak dikecam oleh aktivis pemerhati satwa, ternyata tetap saja sirkus lumba-lumba masih ada di Indonesia. Baru-baru ini sirkus lumba-lumba juga ada di Kota Makassar. Sirkus lumba-lumba di Kota Makassar tepatnya di Mall Panakkukang dilaksanakan mulai 14 April hingga 14 Mei 2017.
Lumba-lumba ini harus tampil setiap hari. Dimana pada weekend atau Sabtu dan Minggu tampil sebanyak 5 kali show, sedangkan pada hari biasa tampil sebanyak 4 kali.
Dari pantauan kabarmaspul.com, lumba-lumba ini sebelum diberi aba-aba lebih banyak menepi kolam. Dengan aba-aba yang ada, dua lumba-lumba tersebut menunjukkan kelihaiannya seperti salto, berdansa, menendang bola, hingga bersalaman dengan pawang lumba-lumba. Gerak lumba-lumba tersebut pun hanya terbatas pada kolam berbentuk lingkaran berdiameter sekitar 7 meter.
Salah satu aktivis kelautan Makassar, Azry Febriawan mengecam sikus ini melalui media sosialnya dengan hastag #stopsirkuslumbalumba.
Pertunjukan Lumba-lumba Ada di Mall Panakkukang, Padahal Dilarang
Alumni Ilmu Kelautan Universitas Hasanuddin ini pun memberikan penjelasan mengenai fakta sirkus lumba-lumba sebagai berikut.
1. Selama berjam-jam lumba-lumba berada di box yang hanya seukuran tubuhnya tanpa air
2. Suara riuh dan bising dapat mengacaukan sistem sonar lumba-lumba dalam berkomunikasi
3. Lumba-lumba tak diberi makan, mereka hanya diberi imbalan saat menuruti instruksi pelatihnya (agar dapat dilatih)
4. Kulit mereka di olesi mentega, yg membuat kulit mereka berubah
5. Air tawar, bukan air laut yg dipakai. Bahkan airnya dicampur klorin yg menyebabkan lumba2 serasa terbakar pada bagian kulitnya
6. Usianya pendek, di habitat aslinya bisa sampai 40 tahun lamanya, di sirkus paling lama hanya 2 tahun
‘Mari kita lakukan hal kecil yang kita bisa dengan tidak membeli tiket pertunjukan sirkus lumba-lumba, untuk menyelamatkan lumba-lumba dari bisnis sirkus yang hanya mencari keuntungan semata tanpa menghiraukan kebaikan bagi lumba-lumba itu sendiri. SAVE THE DOLPHIN,’ tulis Azry.(Fitri)

BAGIKAN:

jasa pembuatan website makassar