Begini Kronologi Perkelahian Dua Legislator Asal Jeneponto Di Pemakaman Supomo Guntur Versi Mukhtar Tompo


Kabaaspul.com- Anggota Komisi VII DPR RI, Mukhtar Tompo menyesalkan insiden perkelahian yang terjadi di sekitar lokasi pemakaman Supomo Guntur Karaeng Sewang, Minggu (23/4/2017). Ia memohon maaf kepada keluarga besar Supomo Guntur atas kejadian tersebut.

Mukhtar menceritakan, kejadian tersebut berawal saat sejumlah sahabatnya memanggil untuk bergabung dengan mereka saat berada di lokasi pemakaman. Tanpa pikir panjang, saya langsung mendekati dan menyalami mereka satu persatu, termasuk Syamsuddin Karlos yang juga hadir di antara mereka.

“Awalnya kami berbincang lepas, saling bertanya kabar. Tak lama berselang, tiba-tiba Carlos menyinggung soal bendungan Kareloe,” kata Mukhtar dalam keterangan pers yang diterima kabarmaspul.com, Senin (24/4/2017).

Mukhtar menyebut, Karlos menganggap dirinya tak tahu persoalan bendungan tersebut, jadi diminta tidak usah banyak berkomentar. Apalagi menurutnya, sewaktu duduk di DPRD Provinsi Sulsel, Mukhtar hanya duduk di Komisi C yang sama sekali tidak terkait dengan pembangunan bendungan.

“Saya pun tegaskan bahwa sebelum pindah ke Komisi C, saya merupakan anggota Komisi B yang mengurusi bidang pertanian. Saya juga memperlihatkan foto-foto kunjungan saya ke lokasi pembangunan bendungan. Dengan foto-foto tersebut, saya ingin menyampaikan ke Karlos bahwa saya sangat memahami seluk beluk pembangunan bendungan ini,” jelas dia.

Diskusi berlanjut, Karlos menyoal pernyataan Mukhtar yang mengaitkan pembangunan bendungan dengan kegagalan Syahrul Yasin Limpo sebagai Gubernur Sulsel. Mukhtar pun menyampaikan, bahwa sebagai Gubernur, Pak Syahrul sudah sering menggunakan isu Bendungan sebagai isu kampanye.

“Jadi, jika bendungan itu tak kunjung selesai, saya anggap “Gubernur gagal”. Gagal mewujudkan janjinya membangun bendungan. Saya tidak menyatakan, gagal juga dalam bidang-bidang lainnya,”kata dia.

Mukhtar mengaku menyadari psikologi massa yang menonton diskusi kami, terkesan memberikan dukungan ke Mukhtar dan menyudutkan Karlos. Mungkin itulah yang membuat suasana hati Karlos agak sedikit memanas.
Setelah itu, tanpa saya sangka-sangka, Karlos langsung menampar Mukhtar dengan rokok yang masih menyala dalam genggamannya.

“Api rokok itu mengenai wajah saya. Saya yakin, siapapun yang ada dalam posisi saya spontan melakukan pembelaan diri. Kejadiannya tidak berlangsung lama, kami segera dilerai,” katanya.

Mukhtar mengaku tidak akan memperpanjang masalah ini, karena dirinya dalam suasana duka. Dengan penuh ketulusan, Mukhtar mengaku memaafkan perlakuan Karlos.(Zul)

BAGIKAN:

jasa pembuatan website makassar