Gubernur SulSel Harap Media Cetak Sebagai Penjaga Dari Serangan Penyebaran Berita Hoax


Kabarmaspul.com- Maraknya berita Hoax yang beredar di media sosial (medsos) yang diterima oleh masyarakat, membuat khawatir Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Syahrul Yasin Limpo.

Syahrul menegaskan jika insan Pers bukan hanya sebuah profesi, tetapi merupakan sosok pejuang yakni pejuang yang senantiasa berpihak untuk kepentingan rakyat, untuk kepentingan kemanusiaan pers adalah bagian daripada sendi kehidupan masyarakat.

“Dimata saya, Pers adalah pejuang untuk kepentingan kemanusiaan. Pers adalah pejuang kebaikan, pers merupakan implementasi idealisme kenegaraan,” tegas mantan Bupati gowa dua periode ini pada acara malam puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) yang dipusatkan di Kabupaten Bone, Kamis (13/4/2017).

Ia juga mengaskan jika pers adalah bagian untuk membangun kebernaran dalam sendi kehidupn masyarakat. Selain itu, lanjut dia, pers merupakan perpanjangan tangan pemerintah dalam membangun kesejahteraan dan ketentraman masyarakat.

“Olehnya itu, idealisme pers adalah idealisme kebenaran, keberpihakan kebangsaan. Demi tekad hari ini harus lebih baik dari hari kemarin,”ucapya.

Orang nomor satu di Sulsel itu juga mengatakan kemajuan teknologi dengan bermunculannya media online merupakan kepastian. Namun media cetak tak boleh tinggal diam, karena media cetak bisa menjadi alat untuk melawan serangan berita Hoax yang disebarkan oleh orang-orang tak bertanggungjawab yang ingin memecah bangsa.

“Yang mampu melawan berita Hoax yakni hadirnya media mainstream yang mampu bicara benar dan jujur, tidak menghakimi orang dengan isu Hoax,”kata Ketua Asosiasi Pemerintahan Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) ini.

Sementara itu, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulsel Agus Salim Alwi Hamu mengatakan meski saat ini media online menyerbu Sulsel, tetapi media cetak tidak akan mati dan tetap menjadi arus utama dunia jurnalistik.

Agus juga mengkritisi banyak media online yang memberikan kejadian yang tidak benar atau Hoax yang dapat menyebabkan perpecahan dan saling fitnah di masyarakat.

“Penyalahgunaan Media Online itu, tanpa disadari menjadi sebab utama keterpecahan bangsa,” ucap Agus.

Meski demikian, lanjut dia, pihaknya mengajak kepada media online untuk mematuhi dan memedomani Undang-Undang nomor 40 tahun 1999 tentang Pers.

“Insan pers harus mengedepankan etika jurnalistik,”jelasnya.(Zul)

BAGIKAN:

jasa pembuatan website makassar