HPMM Tolak Perkebunan Kelapa Sawit Di Kabupaten Enrekang


Kabarmaspul.com- Pengurus pusat himpunan mahasiswa massenrengpul (HPMM) menuai protes atas kebijakan pemerintah daerah kabupaten enrekang atas pembukaan ribuan hektar lahan kelapa sawit dikecamatan maiwa, kematan cendana, dan kecamatan enrekang yang telah mendatangkan investor asal malaysia yakni PT. BORNEO GROUP

Atas kebijakan bupati setempat muslimin bando telah menuai protes dari kalangan aktivis dan masyarakat setempat akan kehadiran korporasi tersebut ditanah massenrengpulu yang kita cintai dan keramatkan selama ini dan jelas masuknya ini akan akan mendatangkan bencana beberapa tahun kedepannya

Ditemui staff khusus bidang advokasi andi riyan rifaldi menyatakan penolakan keras terhadap rencana pemda setempat untuk membuka ribuan lahan kelapa sawit karena membuka lahan kelapa sawit tanpa belajar dari dampak yang akan ditimbulkan pemerintah harus sadar bahwa masuknya kelapa sawit sangat berdampak buruk dengan lingkungan kita, dan sebelumnya pemda harus mensosialisasikan langsung terhadap masyarakat mengenai AMDAL, surat RTRW, IZIN HGU dan masyarakat sudah seharusnya harus tau itu untuk bersama sama dengan kami menjaga kelestarian tanah massenrengpulu yang penuh dengan keindahan dari obyek pariwisata dan kita ketahui juga masyarakat massenrengpu yang notabene mata pencahariaanya dari sektor peternakan dan perkebunan.

Sebelumnya pemda juga pernah mengundang investor lain yakni PT.BAMBAPUANG DAN PT ASTRA untuk menggarap lahan ribuan hektar tanah tersebut dengan komoditas yang sama namun tertunda karena penolakan masyarakat dengan melihat dampak yang akan diakibatkan perkebunan kelapa sawit.

Lebih lanjut bahwa pembukaan lahat tersebut dilakukan dengan cara penebangan secara besar besaran pasti memiliki efek kedepannya seperti tanah longsor, banjir bandang akibat hutan yang gundul itu sangat berpotensi nantinya akibat melihat struktur kemiringan tanah enrekang yang notabenenya merupakan dataran tinggi atau pegunungan.

Jika memang melakukan pembersihan lahan melakukan dengan cara pembakaran lahan maka nantinya akan mengakibatkan pencemaran lingkungan dan merusak ekosistem yang ada disekitarnya contohnya yang telah terjadi dipekanbaru riau dan palangkaraya kalimantan dan akhirnya asap dari hasil pembakaran hutan tersebut sangat berdampak pada kesehatan masyarakat setempat dengan berdampak pada sistem gangguan perpanfasan,, sangat fatal akibatnya.

Dan tidak dipungkiri juga nantinya dengan masuknya kelapa sawit akan berdampak pada konflik horizontal seperti yang terjadi di maisuji, dan daerah sekitar sumatera kalimantan saat ini

Apakah masuknya perusahaan kelapa sawit dapat menggenjot pendapatan anggaran daerah (PAD) menjamin kesejahteraan rakyat..??ingat apa yang terjadi dikabupaten ketapang saat ini 74 perusahaan sawit yang masuk tetapi tetap tidak membawa kesejahteraan bagi masyarakatnya, dan mereka saat ini menangis karena hutan adatnya telah habis diambil oleh pihak yang memiliki kepentingan

Dan stekmen pak bupati saat menghadiri acara pelantikann PP HPMM berapa bulan yang lalu menyatakan bahwa dari pada maiwa ditumbuhi alang alang dan tidak dikelola sehingga wajar jikalo ditanami kelapa sawit itu mungkin sangat tidak logis, karena hanya sebagian kecil laham yang ada di maiwa kini yang tidak kelolah oleh masyrakat dan itu termasuk dalam kawasan hutan lindu sehingga masyarakat setempat tidak mengolah secara maksimal.

Kami sangat mengharapkan masyarakat harus mengetahui semua kebijakan tersebut, karena hal tersebut merupakan pembodohan secara sistematis yang dilakukan oleh oknum yang memiliki kepentingan. Dan tidak hanya itu kami juga melayangkan sedikit seruan penyadaran kepada pemerintah kabupaten enrekang atas pemenuhan janji janji politiknya untuk lebih focus kepada peningkatan kesejateraan rakyatnya dan enrekang bersih bebas dari korupsi.

Dan semoga masuknya PT. BORNEO tidak ada pihak yang masuk angin saat ini dan nantinya.(Wan)

BAGIKAN:

jasa pembuatan website makassar