Ini Jenis Difabel Dan Penyebabnya


Kabarmaspul.com- Akhir-akhir ini perhatian terhadap penderita difabel memang sangat besar. Mereka layak mendapatkan perlakuan yang sama seperti orang yang normal. Difabel berarti bahwa orang menderita sebuah cacat atau kondisi yang menyebabkan gangguan terhadap fisik atau kondisi syaraf tertentu.
Hal ini menyebabkan penderita kemungkinan mengalami salah satu gangguan seperti gangguan fisik, gangguan sensorik, gangguan kognitif, gangguan interlektual, penyakit mental dan beberapa penyakit kronis yang menyebabkan gangguan tersebut. Pada dasarnya penderita difabel bisa menjalani kehidupan yang layak sesuai dengan kekurangan mereka.
Untuk memahami penderita difabel mari kita mengenal berbagai macam-macam difabel, seperti penjelasan dibawah ini.
1. Gangguan intelektual
Penderita gangguan intelektual berarti bahwa penderita mengalami beberapa gangguan termasuk gangguan untuk berkomunikasi, belajar, dan juga mengelola informasi. Hal ini menyebabkan penderita terlihat tidak sama dengan orang yang normal.
Penderita gangguan intelektual bisa disebabkan oleh penyakit tertentu termasuk sindrom yang dipengaruhi oleh genetik. Kondisi ini juga bisa disebabkan karena pengaruh selama kehamilan, penyakit saat masih janin, masalah kesehatan tertentu dan juga faktor lingkungan.
Berikut ini beberapa jenis penyebab gangguan intelektual yang sudah diakui dalam dunia medis.
  • Sindrom Down
Sindrom Down merupakan sebuah kondisi yang dipengaruhi oleh genetik yang terjadi pada anak baik dalam bentuk parsial atau penuh. DNA penderita sindrom Down memiliki kelainan kromosom 21 yang lebih banyak. Kondisi ini akan terjadi sejak lahir yang sering mempengaruhi kemampuan belajar anak. Penderita sindrom Down kemungkinan juga akan memiliki perkembangan fisik yang lebih lambat dan termasuk resiko penyakit pernafasan dan penyakit jantung. Penderita juga memiliki tanda fisik yang jelas seperti karakter mata, wajah yang lebih bulat dan tinggi tubuh dibawah normal.
  • Sindrom X Fragile
Sindrom Fragile X merupakan jenis kelainan cacat yang terjadi akibat riwayat genetik dalam keluarga. penyebabnya adalah karena kondisi genetik yang terjadi pada perubahan struktur DNA dalam kromosom X. Penderita bisa mengalami beberapa tanda fisik seperti gangguan fisik, perkembangan perilaku, gangguan emosi dan berbagai jenis gangguan yang lain.
Beberapa masalah lain yang sering terjadi termasuk seperti cacat intelektual, gangguan kecemasan, ADHD, mirip seperti autisme, kesulitan interaksi sosial dan juga kontak mata yang lambat. Sindrom ini paling banyak menyerang anak laki-laki dibandingkan anak yang normal.
  • Sindrom Prader-Willi
Sindrom ini adalah jenis kelainan genetik yang sangat langka dan komplek dan bisa disebabkan karena kelainan pada kromosom 15. Gejala awal yang sering terjadi seperti kelaparan terus menerus yang biasanya terjadi saat berusia dua tahun. Bagian otak mendorong adanya keinginan untuk makan terus menerus dan sulit untuk merasa kenyang.
Biasanya penderita memiliki bentuk tubuh yang lebih pendek, sulit untuk belajar, sulit berbicara dan sulit untuk belajar angka dan perhitungan. Bentuk fisik yang bisa diamati seperti wajah dan mata yang lebih oval, bibir atas sangat tipis, kulit lebih pucat, rambut terang dan mulut akan turun.
  • Masalah keterlambatan perkembangan
Ketika anak mengalami masalah keterlambatan perkembangan dibandingkan anak seusia maka ini sebuah kondisi yang memerlukan perhatian serius. Biasanya anak tidak terpengaruh dengan berbagai hal termasuk seperti gerakan, komunikasi, interaksi dan juga proses untuk memahami orang lain. Terkadang anak bisa bicara dengan baik tapi terkadang juga tidak. Beberapa anak juga bisa mengalami gangguan perilaku yang sangat serius. Semakin bertambah usia maka kemampuan anak akan semakin menurun.
  • Gangguan FASD (Fetal alcohol spectrum disorder)
Ini adalah sebuah cacat yang disebabkan karena janin terkena paparan alkohol selama dalam kandungan. Biasanya ibu hamil yang terbiasa mengkonsumsi alkohol akan menyebabkan dampak ini pada anak yang akan dilahirkan. Hal ini terjadi ketika janin menerima alkohol dari plasenta yang terhubung ke bayi secara langsung.
Gejala yang bisa terjadi seperti fitur wajah yang berbeda, sendi mengalami deformitas, kerusakan organ inti seperti jantung, liver, ginjal, sulit untuk belajar, sulit untuk bicara, dan masalah sosial yang buruk. Penderita juga terlihat seperti anak yang mengalami autis namun sangat berbeda.
2. Gangguan fisik
Orang yang hidup dengan gangguan fisik berarti mengalami difabel fisik yang biasanya bersifat permanen, sulit untuk bergerak dengan normal dan bisa mempengaruhi semua fungsi fisik yang seharusnya normal. Beberapa penderita juga bisa mengalami gangguan perilaku sehingga cacat terlihat sangat kompleks.
Berikut ini beberapa jenis gangguan fisik yang sering terjadi:
  • Cedera otak akuisisi
Ini adalah jenis cacat otak yang terjadi setelah lahir. Kondisi ini bisa dipengaruhi dari pukulan pada kepala, stroke, penggunaan alkohol dan obat terlarang, penyakit infeksi pada otak, penyakit kanker, AIDS dan akibat kekurangan oksigen. Kondisi ini bisa menyebabkan penurunan kemampuan otak, pemecahan komunikasi, perilaku dan pemecahan masalah, gangguan sensorik, gangguan fisik, dan masalah belajar. Gangguan ini bisa menyebabkan kondisi secara permanen atau sementara.
  • Cedera syaraf tulang belakang
Ini adalah sebuah kondisi serius pada tulang belakang yang biasanya bersifat permanen. Kondisi ini terjadi ketika bagian sum sum tulang belakang tidak mendapatkan pasokan oksigen dan darah yang cukup sehingga menyebabkan kerusakan. Akibatnya bisa mengalami gangguan mobilitas dan kepekaan.
Penyebab bisa terjadi akibat kecelakaan, jatuh dari ketinggian, masalah kanker, pembekuan darah, dan masalah penyakit tulang belakang. Akibat yang paling sering terjadi termasuk seperti kelumpuhan, masalah kandung kemih, masalah fungsi usus, pernafasan dan kemampuan sensorik.
  • Spina Bifida
Ini adalah jenis cacat yang menyebabkan bentuk tulang belakang dan sum sum tulang belakang tidak sempurna dan terjadi sejak dalam rahim. kondisi ini bisa memicu saraf tulang belakang tidak tumbuh dalam saluran tulang belakang yang dekat dengan otot. Penderita akan mengalami gangguan fisik parah seperti lumpuh, gangguan fungsi kaki, gangguan kandung kemih, hidrocefalus, sulit belajar dan kelainan bentuk tulang belakang. Penyakit bisa disebabkan karena pengaruh genetik dan ibu kurang asam folat saat hamil.
  • Cerebral Palsy
Ini adalah salah satu jenis cacat yang berhubungan dengan fungsi otot, fungsi otak, dan kurangnya kemampuan fungsi otot. Kondisi ini terjadi selama dalam rahim sebelum dilahirkan dan disebabkan karena bagian otak kurang oksigen. Penyebab termasuk seperti masalah kehamilan misalnya virus rubella, meningitis pada anak, prematur dan kecelakaan pada otak. Kemungkinan penderita bisa mengalami epilepsi, sulit belajar, dan kesulitan kemampuan umum.
  • Cystic fibrosis (CF)
Ini adalah salah satu gangguan genetik yang diwariskan dan bisa menyebabkan pengaruh pada fungsi pernafasan, sistem reproduksi dan gangguan pencernaan. Kemudian bisa menyebabkan lendir dan kelenjar keringat berlebihan sehingga sangat lengket dan masuk ke dalam paru-paru. Sering menyebabkan infeksi berulang pada paru-paru. Bisa memicu kondisi lain seperti diabetes, diare, pertumbuhan yang lambat, infertilitas, gangguan pankreas dan kerusakan hati.
  • Multiple sclerosis (MS)
Ini adalah kelainan yang menyebabkan bagian selubung mielin yaitu jaringan yang tumbuh sebagai pelindung serat dalam tulang tubuh mengalami kerusakan atau terluka. Kemudian bekas luka bisa menyebabkan gangguan pengiriman pesan ke sistem syaraf pusat yang bisa mempengaruhi fungsi optik, sistem tulang belakang dan otak. Gejala yang bisa terjadi seperti kehilangan memori, depresi, gangguan kognitif, mati rasa, kesemutan dan gangguan penglihatan.
  • Muscular dystrophy
Ini termasuk jenis gangguan yang menyebabkan otot menjadi sangat lemah dan juga hilangnya massa otot tubuh terutama bagian otot distrofi. Penyebab masih terhubung dengan kondisi genetik yang diwariskan melalui DNA. Tanda yang berkembang termasuk seperti sulit bernafas, sulit berjalan, gangguan jantung, gangguan gerakan sendi dan gangguan organ. Penyakit bisa muncul sejak masih kecil,usia dewasa maupun usia pertengahan.
  • Sindrom Tourette
Ini adalah sindrom yang menyerang sistem neurologis yang bisa menyebabkan tindakan berulang – ulang dan sangat jelas. Gangguan ini sering menyebabkan suara menjadi lebih keras, keinginan bersuara, mendengus, tidak bisa bicara dan suara pada bagian tenggorokan. Beberapa jika sudah parah bisa menyebabkan gangguan pada bahu, hidung, kepala, ekspresi wajah, melompat terus menerus dan gangguan meniru orang lain. Penyakit bisa diketahui sejak masih berusia 2 sampai 21 tahun.
  • Dwarfisme
Ini adalah gangguan yang menyebabkan penderita memiliki bentuk tubuh yang sangat pendek akibat pertumbuhan tulang yang tidak normal dan disebabkan oleh faktor medis dan genetik. Sehingga penderita akan memiliki tubuh yang sangat pendek. Ketika menyerang saat masih anak-anak maka bisa menyebabkan gangguan fungsi tubuh dan kemampuan gerakan tubuh.
3. Gangguan mental
Kondisi ini akan mempengaruhi pada sistem pemikiran, interaksi sosial, dan perilaku. Penyakit ini dapat menyebabkan gangguan kehidupan termasuk kehidupan umum dan pribadi. Penderita juga bisa mengalami gangguan sensorik dan motorik. Namun gangguan ini bisa bersifat sementara atau permanen. Gangguan ini terdiri dari:
  • Gangguan bipolar
Bipolar adalah sebuah kondisi yang menyebabkan perubahan suasana hati yang sangat cepat termasuk ketika sangat emosi atau ketika saat merasa senang. Bahkan saat merasa sedih maka bisa sangat berlebihan. Kondisi ini bisa terjadi selama berhari-hari, minggu atau bulan tergantung dengan keadaan penderita.
Penderita bisa mengalami rasa bahagia atau sedih secara bersamaan ketika menangis atau sedang tertawa. Penderita juga bisa mengalami keinginan bunuh diri yang sangat tinggi dan juga bisa mempengaruhi kondisi di sekitarnya. Penyebab penyakit ini belum diketahui tapi genetik dipercaya mempengaruhi penyakit.
  • Depresi
Ini adalah salah satu penyakit mental yang menyebabkan perasaan menjadi sedih dan suasana hati terus menurun. Penderita bisa merasa sangat jengkel dan sulit untuk kembali pulih. Kondisi ini juga bisa menyebabkan gangguan tidur, perasaan marah, tidak memiliki minat, tidak memiliki motivasi dan merasa sangat terbuang.
Akibatnya bisa menyebabkan perubahan kesehatan, perubahan bentuk badan dan juga kesulitan untuk mengontrol emosi. Penyebeb depresi sangat banyak seperti tekanan yang berlebihan, stres, riwayat pribadi, riwayat sosial dan juga penggunaan alkohol dan obat terlarang. (baca: gejala depresi – cara menghindari stres – penyebab halusinasi – akibat depresi)
  • Gangguan kecemasan
Gangguan kecemasan bisa menyebabkan perasaan khawatir yang berlebihan. Kondisi ini bisa menyebabkan stres , tidak nyaman dan memiliki rasa takut yang terlalu tinggi.
Penyakit ini sering menyebabkan gangguan dalam kehidupan sehari-hari seperti serangan panik, tubuh yang gemetar, keringat berlebihan, sulit untuk bernafas, kehilangan kesadaran , mual, detak jantung yang lebih cepat dan gerakan tubuh yang sulit untuk dikendalikan.Pemicu penyakit ini termasuk seperti stres, depresi, tekanan, perubahan hidup, kesehatan fisik, trauma, narkotika dan alkohol.
  • Skizofrenia
Ini adalah sebuah kelainan mental yang bisa menyebabkan perubahan cara berpikir, tindakan dan perasaan yang berubah cepat. Kondisi ini akan mempengaruhi kepribadian sehingga terkadang juga bis menyebabkan bahaya untuk orang lain dan diri sendiri.
Penyakit ini jika tidak diobati maka bisa menyebabkan masalah psikologis yang sangat serius. Penderita bisa mengalami halusinasi seperti melihat gerakan, mencium aroma, dan sensasi kulit yang sangat tinggi. Bahkan penderita juga bisa mengalami delusi sehingga sulit untuk mengendalikan tindakan.
Gejala yang sering terjadi seperti tidak memiliki motivasi, emosi yang tinggi, tidak bisa berbicara dengan normal, tidak suka terlibat dengan sosial dan kurang bisa mengendalikan emosi.
  • Anorexia nervosa
Ini termasuk salah satu gangguan makan yang menyebabkan penurunan berat badan secara tidak normal yang menyebabkan ketakutan terhadap kenaikan berat badan. Penyakit ini sering menyebabkan penderita mengalami gangguan makan, olahraga terus menerus, mengkonsumsi obat pencahar, diet yang sangat keras, dan memilih gaya hidup untuk menurunkan berat badan. Gangguan ini perlu mendapatkan perawatan yang serius karena bisa menyebabkan kematian dan sering terjadi pada penderita gangguan mental.
Bulimia nervosa
Bulimia bisa menyebabkan penderita memiliki keinginan makan secara berlebihan kemudian terobsesi untuk kebiasaan memuntahkan makanan setelah makan. Bahkan penderita sering melakukan olahraga secara ekstrim, puasa berlebihan, tidak makan dan menggunakan obat pencahar melebihi dosis. Penyakit mental ini sering menyebabkan penderita merasa malu, marah, dan keinginan untuk menyembunyikan kondisi yang sebenarnya.
  • OCD (Obsessive compulsive disorder)
Ini adalah sebuah gangguan obsesif kompulsif yang menyebabkan penderita mengalami kecemasan yang berlebihan sehingga akan sering mengalami rasa takut dan menderita. Kemudian bisa mendorong penderita untuk melakukan berbagai tindakan yang tidak masuk akal, sulit untuk dikendalikan dan keinginan untuk mendorong diri sendiri sesuai dengan perasaan yang dialami.
Penderita juga akan merasa ketakutan pada hal yang berlebihan seperti kuman, kotoran, tindakan yang tidak baik, racun dan berbagai hal yang buruk. Karena itu penderita bisa melakukan tindakan untuk membersihkan berbagai hal secara berulang kali.
  • PTSD (Post-traumatic stress disorder)
Ini adalah salah satu penyakit mental yang sering berkembang setelah seseorang mengalami kejadian traumatis yang bisa mengancam kehidupan, fisik, termasuk untuk diri sendiri dan orang lain. Misalnya saja beberapa kejadian yang menakutkan seperti bencana, perang, dan kecelakaan.
Penderita akan mengalami perasaan ketakutan secara terus menerus, tidak berdaya dan sangat cemas. Ketika serangan terjadi maka penderita seperti kembali ke masa ketika hal itu terjadi sehingga sulit untuk mengembalikan kesadaran seperti semula. Hal ini bisa menyebabkan penderita terus berkeringat, jantung yang berdebar terus menerus dan sulit untuk kembali ke kesadaran.
  • Gangguan ICD
Gangguan ICD menyebabkan gangguan pada kontrol impuls yang sering terjadi ketika penderita sulit untuk menahan godaan yang bisa membahayakan diri sendiri dan orang lain. Beberapa gangguan ini misalnya seperti keinginan untuk terus membakar (pyromania), mencuri benda secara sengaja (kleptomania), keinginan untuk terus berbelanja dan berbagai kegiatan lain yang sebenarnya bisa sangat berbahaya. Penderita ICD yang paling banyak biasanya dialami oleh orang yang mengalami kecanduan terhadap alkohol, narkoba dan berbagai obat terlarang.
  • Gangguan dismorfik tubuh
Ini adalah sebuah gangguan yang menyebabkan penderita mengalami perasaan khawatir yang terus menerus. Penderita memiliki obsesi untuk terlihat sangat sempurna sehingga sulit untuk menerima kekurangan. Sikap ini bisa menyebabkan penderita terus melihat diri sendiri, diet secara ketat, keinginan untuk mendapatkan pengakuan dan juga tidak bisa melihat kekurangan. Jika masalah ini tidak dirawat maka bisa menyebabkan gangguan mental yang menyebabkan kombinasi gangguan seperti gangguan sensorik dan fisik.
4. Gangguan sensorik
Gangguan sensorik adalah sebuah cacat atau kekurangan yang bisa mempengaruhi salah satu atau lebih dari indra dalam tubuh. Misalnya indra penglihatan, pendengaran, penciuman, sentuhan dan masalah kesadarah. Cacat sensorik bisa menyebabkan kondisi yang serius atau tetap dan berlangsung terus menerus. (baca: jenis kelainan saraf – kesehatan sistem saraf otak)
Penderita juga bisa mengalami penyakit lain yang bisa disebabkan oleh kondisi penyakit awal. Beberapa gangguan yang umum dari gangguan sensorik seperti:
  • Autisme
Ini adalah salah satu jenis cacat mental yang bisa bertahan seumur hidup dan sering mempengaruhi sejak usia masih kecil. Anak yang terkena autisme biasanya tidak memiliki interaksi yang baik termasuk untuk lingkungan sosial, komunikasi dan sering melakukan berbagai tindakan secara berulang – ulang.
Kemudian penderita juga bisa mengalami gangguan sensorik seperti terhadap suara, cahaya, dan berbagai perintah. Penyakit ini bisa disebabkan oleh masalah genetik dan juga kondisi neurologis yang terjadi semenjak dalam rahim.
  • Kebutaan dan gangguan penglihatan
Kebutaan bisa menyebabkan mata tidak bisa melihat sama sekali dan sulit untuk mendapatkan penglihatan yang sempurna. Kondisi ini bisa disebabkan semenjak dari lahir atau kondisi yang berkembang ketika sudah dewasa. Orang tua yang menderita penyakit tertentu juga bisa mengalami kondisi ini.
Beberapa penyakit yang sering menyebabkan kebutaan termasuk seperti glaukoma, tumor, penyakit degenerasi makula, diabetes, katarak, cacat mata, albisnisme, dan kanker. Sementara penderita juga bisa kehilangkan penglihatan karena kecelakaan atau peristiwa trauma yang menyerang mata.
  • Gangguan pendengaran
Ini adalah gangguan yang menyebabkan telinga tidak bisa mendengar seluruh atau sebagian suara. Gangguan ini bisa menyebabkan penderita tidak bisa berkomunikasi dengan baik. Gangguan juga bis terjadi dalam tahap yang ringan atau berat. Gangguan bisa terjadi sejak lahir atau berkembang akibat kondisi tertentu ketika sudah dewasa. Penyebab yang paling umum dari gangguan pendengaran seperti masalah pada tulang telinga, kerusakan pada saraf koklea, kelainan genetik, penyakit yang terjadi dalam rahim, usia yang semakin tua dan trauma tertentu.
  • Gangguan sensorik
Gangguan sensorik menyebabkan penderita sulit untuk berinteraksi dengan beberapa kondisi termasuk seperti penglihatan, pendengaran, bau, rasa, dan sentuhan. Penderita sebenarnya mungkin bisa menerima rangsangan sensorik namun kemungkinan bagian otak tidak bisa mengirim pesan dengan benar. Kemudian kondisi ini bisa menyebabkan penderita sulit untuk berkomunikasi. Bahkan penderita sulit untuk mendapatkan rangsangan dari cahaya, sentuhan, kontak mata dan tahan terhadap rasa sakit.
Itulah berbagai macam-macam difabel yang sudah diakui secara medis. Penderita difabel mungkin sulit untuk memahami kondisi yang terjadi sehingga mereka membutuhkan dukungan dari orang lain. Kondisi difabel tertentu juga tidak bisa diobati sehingga bersifat permanen.(Kiki)

BAGIKAN:

jasa pembuatan website makassar