Kuliah Umum Di Unismuh, Din Syamsuddin: Rezim Penguasa Tidak Mampu Mengakomodasi Suara Rakyat


Kabarmaspul.com- Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang juga Ketua Umum PP Muhammadiyah periode 2005-2010 dan Periode 2010-2015, Prof Dr H.M Din Syamsuddin, MA, membawakan kuliah tamu dihadapan civitas akademika Unismuh Makassar, sekaligus silaturahim dengan PWM Sulsel, pukul 20.00 Wita di Aula Fakultas Kedokteran Unismuh Makassar, Senin (24/4/2017).
Direktur Humas, Protokol dan Kerjasama Unismuh, Dr H Mahmud Nuhung, mengatakan, yang hadir dalam acara ini Ketua PWM Sulsel, Prof Dr H Ambo Asse, M.Ag, Sekretairis PWM Sulsel, Prof Dr H Irwan Akib, M.Pd, Rektor Unismuh Makassar, Dr H Abdul Rahman Rahim, SE, MM, ketua PW Aisyiah Sulsel, Ketua BPH Dr Ir H Muh. Syaiful Saleh, M.Si, wakil rektor, dekan dan wakil dekan, pengurus wilayah Muhammadiyah Sulsel. Hadir pula Wakil Walikota Makassar Daeng Ical.
Juga diundang para ketua dan sekretaris majelis/lembaga PWM Sulsel, ketua dan sekretaris ortom, ketua-ketua PDM se Sulsel, PCM se Kota Makassar dan Kabupaten Gowa.
Rektor Unismuh Makassar, Dr H Abdul Rahman Rahim, saat penerimaan melaporkan beberapa pekembangan pembangunan yang dicapai Unismuh saat ini. Terutama tentang akreditasi prodi yang saat ini masih ada beberapa prodi yang akreditasinya C dan ini yang akan digenjot agar peringkatnya meningkat. Juga melaporkan perkembangan pembangunan rumah sakit pendidikan Unismuh yang sudah hampir rampung pembangunannya.
Sementara itu, Ketua PWM Sulsel, Prof Dr H Ambo Asse, bereterima kasih atas kedatangannya dalam rangka silaturahim dengan PWM Sulsel dan PDM se Sulsel. Prof Ambo Asse juga berharap kepada Prof Din Syamsuddin untuk memberikan pencerahan tentang perkembangan yang terjadi di negeri ini, termasuk untuk hal-hal perkembangan politik di negeri ini.
Din Syamsuddindalam kuliah tamu berbicara tentang perkembangan kehidupan nasional saat ini. Dikatakan, telah kita saksikan saat ini perkembangan kehidupan nasional dewasa ini menunjukkan satu kencernderungan yang kurang positif karena rezim yang berkuasa kurang mampu untuk mengendalikan keadaan. Pemerintah saat ini tidak mampu mengakomodasi aspirasi rakyat saat ini .
Memang dari sudut popularitas, pemerintahan saat ini sering menyampaikan keberhasilannya, terutama capaian pembangunan infrastruktur yang kita saksikan saat ini.Pemerintahan sekarang ini telah mengedepankan pembangunan infrastruktur. Padahal tekadnya dari awal adalah refolusi mental. Dan ini tidak lagi didengarkan. Padalah ini salah satu ikon yg ingin dicapai dalam pemerintahan ini.
Dikatakan sekarang ini terjadi indeks kesenjangan 0,41 dibandingkan dulu hanya sekitar 0,31. “Sayangnya kesenjangan makin betambah, oleh karena itu PP Muhammadiyah dalam sidang tanwir di Ambon mengangkat tema kedaulatan dan keadilan sosial,”sebut Din Syamsuddin.(Kiki)

BAGIKAN:

jasa pembuatan website makassar