KurangI Resiko Kematian Bayi, IPANI Sosialisasikan Metode Kanguru


Kabarmaspul.com- Dalam rangka memperkenalkan teknik perawatan metode kanguru pada bayi yang lahir prematur yang sering disebut Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR), Ikatan Perawat Anak Indonesia (IPANI) Wilayah Sulawesi Selatan mengadakan seminar dan workshop dengan tema “Optimalisasi Peran Perawat dalam Penanganan BBLR melalui Kangaroo Mother Care” di Four Points by Sheraton Jalan, Landak Baru, Makassar, Jumat (14/4/2017).

Perawatan Metode Kanguru (PMK) merupakan perawatan untuk bayi berat lahir rendah atau lahiran prematur dengan melakukan kontak langsung antara kulit bayi dengan kulit ibu atau skin to skin contact. Dimana ibu menggunakan suhu tubuhnya untuk menghangatkan bayi.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar, Andi Naisyah Tun Azikin turut hadir dan sekaligus membuka acara.
Andi Naisyah mengaku sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh IPANI. Mengingat, program-program IPANI sangat membatu kerja pemerintah dalam memelihara kesehatan masyarakat terutama mengurangi jumlah kematian anak.

“Pemerintah tentunya memberi penghargaan dan apresiasi terhadap Perhimpunan Perawat Anak Indonesia yang telah membantu pemerintah dalam memelihara kesehatan masyarakat dan terpenting mengurangi jumlah kematian anak,” kata Naisyah.

Perawatan metode kanguru ini pertama kali diperkenalkan di Bogota, Columbia pada tahun 1979 oleh Ray dan Martinez sebagai cara perawatan BBLR di tengah tingginya angka BBLR dan terbatasnya fasilitas kesehatan yang ada.(Fitri)

BAGIKAN:

jasa pembuatan website makassar