Pengamat Politik Nilai DPD Hanya Sebagai Aksesoris


Kabarmaspul.com- Pengamat Politik Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, Adi Suryadi Culla menilai kekuatan partai politik dalam tubuh Dewan Perwakilan Daerah (DPD) sudah tidak bisa dihindari lagi.

“Ini yang mesti harus diketahui dimana sebenarnya batasan partai politik. sebenarnya kalau kita melihat ada power, dan DPD RI ini sudah menjadi areal politik yang tidak bisa dihindari,” kata Suryadi Culla pada acara Focus Group Discussion di Warkop 212, Jl Boulevard Makassar, Minggu (9/4/2017).

Adi menilai, DPD merupakan institusi sosial yang cacat sejak lahir. sebab, jelas Adi, reformasi di Indonesia menginginkan ada representasi dari daerah, Tapi DPD RI saat ini juga didominasi oleh orang partai sehingga tidak membawa perubahan bagi daerah sesuai yang diharapkan masyarakat.

“Karena memang didominasi oleh partai politik. Jadi secara konstruksi konstitusi memang dia lemah,” ucapnya.

Adi bahkan menilai DPD lahir hanya sekedar pengembira parpol, sebagai aksesoseris dalam sistem demokrasi Indonesia. Padahal, tambah Adi, sesuai konstruksi konstitusi kehadiran DPD harusnya ada efek yang dirasakan oleh masyarakat.

“Sebenarnya harus ada tuntutan, tapi tidak dibuat tuntutan itu, instrumen tidak dibentuk dan diformat sedemikian rupa. Kalau kita berbicara konstrukri konstitus meski harus berbicara apakah tetap jalan atau bubar ini DPD RI, karena kita kan tidak rasakan kehadiran DPD ini,”jelsnya.(Wan)

BAGIKAN:

jasa pembuatan website makassar