Polemik Penggusuran Asrama Latimojong, SYL Ke Kapolres Bogor :Janganko Terlalu Represif


Kabarmaspul.com- Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo mengaku sangat menyayangkan tindakan represif Pemerintah Bogor dalam proses eksekusi sengketa lahan Asrama Mahasiswa Latimojong di kota hujan tersebut.

Meski sudah kalah dua kali, namun kata Syahrul, pihaknya akan tetap berupaya untuk mempertahankan aset Pemprov Sulsel tersebut.

“Kita sudah berproses dua kali dan menurut kita kan harus pertahankan itu. Apalagi sudah 60 tahun sama kita,” katanya, Jumat (28/4/2017).

Putusan kasasi dan rencana eksekusi lahan Asrama Mahasiswa Latimojong di Bogor sebenarnya keluar sejak 20 April 2017 lalu. Akan tetapi, Syahrul mengaku bahwa surat putusan rencana eksekusi lahan asrama mahasiswa Sulsel di Bogor itu belum ia terima.

“Ini juga sudah kasasi kita belum tahu. Tiba-tiba kasasinya udah putus kita kalah dan kemudian belum sampai surat kemenangan kasasi kepada kita, sudah dilakukan eksekusi,” kata dia.

“Oleh karena itu, anak-anak juga tidak salah kok mempertahankan di situ,” tambah Syahrul.

Syahrul juga sangat menyayangkan dan tidak menyangka jika penanganannya dilakukan dengan tindakan yang dinilainya sangat represif.

“Saya sudah komplain sampai Wakapolri. Kapolresta Bogor juga saya sudah telepon. Saya berpesan, janganko terlalu represif!,” tegas Syahrul.(Fitri)

BAGIKAN:

jasa pembuatan website makassar