SulSel Jadi Rujukan Ketahanan Pangan Indonesia


Kabarmaspul.com- Sektor pertanian di Sulawesi Selatan (Sulsel) terus mendapatkan perhatian dari Provinsi lainnya. Terbukti, pertanian menjadi penyumbang terbesar PDRB Provinsi Sulsel dengan kontribusi sebesar 88 triliun dan menyerap tenaga kerja terbesar yaitu 39 persen. Keberhasilan ini mengantar provinsi Sulsel menjadi rujukan pembangunan sektor pertanian Indonesia.

Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo (SYL) yang didapuk menjadi narasumber dalam gelaran Rakor PUSDA Bank Indonesia 2017, memaparkan sejumlah terobosan guna meningkatkan produktifitas pertanian.

“Upaya memaksimalkan hasil pertanian itu meliputi perbaikan sistem budidaya, program cetak sawah, perbaikan jaringan irigasi tersier serta ketersediaan alat dan mesin pertanian,”ujarnya saat memaparkan materinya di Hotel Gumaya Tower, Jawa Tengah, Jumat, (31/3/2017).

Dengan terobosan tersebut, Sulsel mampu menjadikan sektor pertanian sebagai kekuatan ekonomi utama dengan pertumbuhan ekonomi diatas 7 persen. Produksi padi di Sulsel pada 2016 sebesar 5.727.079 kg meningkat 4,67 persen dibanding tahun 2015 dan berada pada peringkat tiga nasional. Angka ini memberi kontribusi pendapatan petani dengan nilai produksi sebesar 26,63 triliun.

Sementara untuk produksi jagung pada tahun 2016 sebesar 2.065.123 ton meningkat 35,11 persen dibanding tahun 2015 dan berada pada peringkat dua nasional. Angka ini merupakan pencapaian tertinggi dalam sejarah jagung di Sulsel dan memberikan pendapatan kepada petani sebesar 5,89 triliun.

Sementara untuk produksi tanaman pangan lain seperti kacang-kacangan dan umbi-umbian memberikan pendapatan 
kepada petani sebesar 26,63 triliun, begitu juga dengan produksi hortikultura yang berkontribusi 11,98 triliun.

Dengan mampu menjadi sentra pertanian, Sulsel mampu meraih penghargaan Adikarya Pangan Nusantara selama empat tahun berturut-turut.(Kiki)

BAGIKAN:

jasa pembuatan website makassar