Waepadai Perpecahan Di Pilgub SulSel, Golkar Diharap Bangun Kualisi Besar

Firdaus Muhammad 

Kabarmaspul.com- Nurdin Halid (NH) resmi diusung sebagai calon gubernur oleh Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar. NH menerima rekomendasi pengusungan namanya tersebut di Hotel Imperial Aryaduta, Minggu (9/4/2017).

Akan tetapi, keputusan itu dibayang-bayangi oleh potensi perpecahan di tubuh Golkar jelang Pilgub 2018 mendatang. Hal ini dinilai bakal mengancam kesolidan mesin partai untuk memenangkan usungan Golkar di Pilgub.

Pengamat politik dari Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, Firdaus Muhammad mengatakan jika rekomendasi Golkar mengusung NH sudah tepat, sehingga lebih menguatkan gerakan sosialisasinya.

Namun, kata Firdaus, di lain sisi Golkar juga abaikan kadernya yang lain yang tengah digadang-gadang bakal maju di Pilgub mendatang Seperti, Agus Arifin Nu’mang, Ichsan Yasin Limpo dan Ahmad Tanribali Lamo sehingga Golkar berpotensi menghadapi kadernya sendiri.

“Maka dari itu, Golkar perlu segera membangun koalisi besar untuk memuluskan NH di Pilgub. Jika tidak, justru Golkar akan jadi musuh bersama,” katanya saat dihubungi kabarmaspul.com via WhatsApp, Senin (10/4/2017).

Selanjutnya, kata Firdaus, koalisi besar itu dibangun Golkar agar tidak jadi musuh bersama. Koalisi besar bisa dibangun dengan partai lain. Akan tetapi, tampaknya Golkar condong mengusung paket pasangan sendiri.

Firdaus juga mengatakan jika wacana pendamping yang akan dipilih NH antara Roem dan Azis. Tentunya, NH akan condong memilih Azis karena diyakini memiliki basis suara dan keuntungan geopolitik.

Firdaus menambahkan, perpecahan kader partai Golkar pada kontestasi Pilgub mendatang besar. Sebab, Firdaus menganggap bahwa kader Golkar pastinya ada yang ikut bergabung dengan tim pemenangan Agus dan Ichsan.

“Potensinya pecah karena kader Golkar lain juga maju,”sebutnya.(Wan)

BAGIKAN:

jasa pembuatan website makassar