Wagub SulSel Dukung Metode TNP2K Kurangi Angka Kemisikinan


Kabarmaspul.com- Wakil Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Agus Arifin Nu’mang mengapresiasi metode yang diterapkan Tim Nasional Percepatan Pengendalian Kemiskinan (TNP2K) yakni metode pemutakhiran Mandiri (MPM) dalam pengentasan kemiskinan di daerah.

Agus AN mengungkapkan jika pihaknya tengah berupaya menurunkan angka kemiskinan di Sulsel yang saat ini mencapai 9,24 persen atau 796 ribu orang.

“Selama ini, berdasar pada data BPS yang dilakukan pendataan setiap 3 tahun sekali. Dengan adanya MPM ini setiap saat bisa dilakukan pendataan, warga miskin bisa datang melapor sendiri,” kata Agus, saat membuka rapat koordinasi Tim 

Pengendali Kemiskikan Daerah (TPKD) di Kantor Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sulsel, Rabu (12/4/2017).

Sejauh ini kata Agus, sudah ada dua daerah yang menerapkan sistem MPM yaitu Kabupaten Bantaeng dan Kota Makassar. Ke depan Pemprov berharap, seluruh daerah di Sulsel bisa mengaplikasikan sistem MPM ini.

Mantan Ketua DPRD Sulsel ini juga menyebutkan berdasarkan data penduduk miskin lebih banyak terkonsentrasi di pedesaan, sementara di perkotaan lebih banyak jumlah pengangguran.

“Kita bersyukur dengan adanya Dana Desa. Namun sejauh ini masih lebih banyak dimanfaatkan untuk pembangunan insfrastruktur. Karena ini juga menjadi bagian penting, seperti jalan untuk memudahkan akses menjual hasil bumi,” jelasnya.

Dirinya juga berharap pengentasan kemiskinan bisa dilakukan dengan pendekatan kultural dan sosial. Seperti di Sulsel dengan budaya Sirri Na Pacce, di mana masyarakat akan malu jika ada tetangganya yang tidak mampu.

Ketua kelompok kerja Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K), Elan Sastriawan juga membeberkan jika Mekanisme Pemutakhiran Mandiri (MPM) mulai dilakukan sejak tahun 2016.

“Data MPM ini bisa digunakan oleh semua pihak untuk program pengentasan kemiskinan.”jelasnya.(Wan)

BAGIKAN:

jasa pembuatan website makassar