JSI Analisis Plus Minus Paket Cicu-Ical, Atau None- Cicu


Kabarmaspul.com-  Peta persaingan di Pilkada Makassar 2018 mendatang mulai mengerucut. Dari sejumlah figur yang bakal bertarung, tercatat  ada empat poros kekuatan yang layak diperhitungkan menjadi jawara.

Mereka adalah Wali Kota Mohammad Ramdhan Pomanto (Danny), Wakil Wali Kota Syamsu Rizal (Deng Ical) Ketua DPRD Farouk M Betta (Aru), serta Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sulsel Irman Yasin Limpo (None).

Menurut analisis JSI, beberapa nama diprediksi lebih realistis mengincar posisi bakal calon Wakil Wali Kota. Seperti Andi Rachmatika Dewi (Cicu), Adi Rasyid Ali (ARA), Haris Yasin Limpo, Aris Muhammadiah, Nasran Mone, Andi Mustaman.
Diantara nama-nama yang beredar di atas,  penjajakan maju berpasangan juga sudah terwacanakan atau dikaitkan. Seperti dorongan memaketkan None-Cicu yang datang dari Nasdem, serta Dg Ical-Cicu yang disebut-sebut diinginkan oleh mantan Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin.

Lalu, bagaimana plus-minus jika kedua pasangan ini disimulasikan? Konsultan Politik dari Jaringan Suara Indonesia (JSI), Arif Saleh memberikan analisisnya, baik berdasar dinamika yang berkembang belakangan ini, maupun perilaku pemilih di potret survei.

Menurut Arif, jika None-Cicu maju berpasangan, maka siapapun lawannya di pilkada, termasuk petahana, layak untuk memperhitungkannya. Pasalnya, duet ini tergolong bisa saling melengkapi.

“Sejak dulu, dua figur ini sudah sering didorong maju berpasangan. Komunikasi keduanya juga sudah terjalin baik. Artinya kalau mereka punya keseriusan maju, bukan hal sulit lagi untuk menyatukan,” kata Arif kepada, Selasa (9/5/2017)

Kelebihan dari duet ini, selain perpaduan birokrat-politisi, basis dan kantong suara yang memungkinkan dimanfaatkan None-Cicu bisa saling menguatkan atau tidak beririsan. Ditambah lagi, mereka sudah punya modal popularitas yang mumpuni.

Belum lagi jika nantinya ada endorsement dari keluarga Syahrul Yasin Limpo dan Ilham Arief Sirajuddin yang pengaruhnya masih sangat signifikan di kota yang wajib pilihnya menembus angka satu juta di Pemilu 2014.

Meski demikian, Arif meyakini jika None dan Cicu akan realitis dengan dinamika yang berkembang kedepannya. Bisa saja, ada diantara mereka memilih tidak maju dengan pertimbangan tertentu. Ataukah justru memilih maju berlawanan.

Selain itu, lanjut Arif, distribusi dukungan basis keluarga Yasin Limpo dan IAS memungkinkan terbagi. Terutama jika Danny maju, apalagi sampai menggandeng Haris Yasin Limpo. Begitu juga Deng Ical yang punya kedekatan khusus dengan IAS.
Terkait duet Ical-Cicu, Arif yang lembaganya sudah menorehkan sekitar 60-an pilkada di Indonesia selama delapan tahun terakhir, juga menganggap tak kalah kuatnya dibanding dengan simulasi None-Cicu

“Duet ini sebenarnya bisa semakin menyolidkan basis yang dimiliki, terutama dari gerbong keluarga dan loyalis Ilham Arief Sirajuddin,” sebut Arif yang juga eks redaktur politik di salah satu koran di Makassar ini.

Meski demikian, duet ini bukan tanpa kekurangan. Salah satunya, simpul basis yang dimiliki nyaris sama. Sehingga peluang mendapatkan tambahan dukungan dari kantong suara lain, diprediksi kurang signifikan, terutama jika nantinya Pilkada Makassar memunculkan lebih dari tiga pasangan.

Lantas bagaimana jika keduanya ngotot maju di posisi 01? Arif melihat peluang itu kecil kemungkinannya. Alasannya, baik Ical maupun Cicu pada saatnya akan didudukkan bersama untuk menentukan sikap. Apalagi keduanya tidak akan jauh mengikuti keinginan atau sikap politik Ilham Arief Sirajuddin.

“Sebenarnya kartu untuk kedua figur ini ada di IAS. Apapun sikap atau keinginan IAS nantinya, besar kemungkinan mereka akan menjalankannya. Termasuk jika diminta salah satunya tidak maju atas pertimbangan tertentu. Jadi sekali lagi, duet ini sangat tergantung dari sikap IAS,”jelasnya.(Wan)

BAGIKAN:

jasa pembuatan website makassar